Lombok Post
Metropolis

Pemotongan Sapi Produktif Dikendalikan

TGH Mahally Fikri

* Yang Melanggar Didenda atau Dikurung

MATARAM – Pemprov NTB benar-benar serius mengendalikan pemotongan sapi betina produktif yang masih tinggi. Pelarangan itu akan diatur dalam Peraturan Daerah. Raperda pengendalian pemotongan sapi betina produktif ini kini sudah berada di DPRD NTB. Kurungan dan denda menanti para pihak yang melanggar pelarangan ini.

Wakil Ketua DPRD NTB TGH Mahally Fikri kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin mengatakan, raperda pengendalian pemotongan sapi betina produktif ini diajukan bersama empat raperda lainnya. Yakni raperda pemerataan air bersih, raperda penyelenggaraan pendidikan, raperda penanaman modal dan raperda energi dan ketenagalistrikan.

Khusus terkait pengendalian sapi betina produktif ini, Mahally menegaskan, NTB kini sedang risau akibat terus meningkatnya pemotongan sapi betina produktif. Jika tak segera dikendalikan, bukan tidak mungkin populasi sapi di NTB akan kian menyusut. a�?Jadi kalau tidak dikendalikan, pemotongan betina produktif, dapat mengancam predikat NTB sebagai gudang ternak nasional,a�? tandas politisi Partai Demokrat ini.

Mahally mengatakan, jika ada pelanggaran terhadap aturan dalam perda ini nantinya, maka akan disiapkan sanksi kurungan dan denda hingga Rp 50 juta bagi mereka yang terbukti melanggar.
Terpisah, Kepala Dinas Peternakan NTB, Hj Budi Septiani kepada Lombok Post, mengatakan, pengendalian sapi betina produktif ini memang menjadi salah satu perhatian pihaknya.

Budi menjelaskan, pengendalian pemotongan sapi dan kerbau betina produktif ini dimaksudkan selain untuk menjaga populasi sapi di NTB, juga untuk memperkuat fondasi budidaya ternak melalui ketersediaan bibit ternak yang berkualitas secara mandiri. Termasuk juga menjadi aspek pengembangan sumberdaya lokal.

Saat ini pelarangan sebetulnya kata dia sudah ada. Namun, agar memiliki daya yang ampuh, pemprov perlu mengatur pelarangan itu melalui Peraturan Daerah sehingga benar-benar efektif.

Golongan ternak betina produktif ini adalah ternak sapi dan kerbau besar yang melahirkan kurang dari lima kali atau berumur di bawah delapan tahun. Juga ternak sapi dan kerbau kecil yang melahirkan kurang dari lima kali, atau berumur di bawah empat tahun enam bulan. (kus)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost