Lombok Post
Pendidikan

SDN 1 Beleka Gelar Lomba Kebersihan

Lomba

GIRI MENANG – Pihak SDN 1 Beleka memiliki cara tersendiri untuk mengajarkan pola hidup bersih dan sehat kepada para murid. Sekolah yang berlokasi di samping Bundaran Giri Menang Square ini menggelar lomba kebersihan antar kelas.

”Dengan mengadakan lomba seperti ini anak-anak termotivasi menjaga lingkungan kelas supaya tetap bersih. Mereka begitu antusias untuk membersihkan halaman kelas masing-masing setiap hari. Sebelum pulang mereka juga membersihkan dengan inisiatif mereka tanpa diberikan arahan,” terang Muhammad Muzhari, kepala SDN 1 Beleka saat di konfirmasi di sekolahnya, Selasa (3/2) kemarin.

Dijelaskan Muzhari, lomba ini sebenarnya lebih mengarah untuk memotivasi anak demi membiasakan pola hidup sehat. ”Lomba ini kita laksanakan setiap hari. Penilaiannya kita rekap dan akan diumumkan tiga bulan kedepan,” tuturnya.

Menanamkan pola hidup sehat pada anak sejak dini membuat mereka paham mengenai kesehatan. Memang butuh waktu yang lama untuk membiasakan hidup sehat pada anak-anak namun jika sudah terbiasa nantinya mereka tidak perlu dipaksa atau merasa terpaksa melakukan kebiasaan-kebiasaan sehat.

”Dalam mendidik anak dan menanamkan pola hidup sehat, orang tua perlu memberi contoh mulai dari hal kecil dan sederhana. Ingatlah bahwa kesehatan itu mahal, lebih baik mencegah daripada mengobati,” imbuhnya.

Lomba kebersihan antar kelas ini melibatkan seluruh murid sebanyak 322 beserta wali kelas masing-masing. Persaingan untuk meraih predikat kelas terbersih merupakan motivasi utama yang diperebutkan para murid kelas I sampai kelas VI.A� ”Anak-anak kelas I juga tidak mau kalah dengan kakak kelasnya. Mereka gengsi menyandang predikat kelas terkotor. Untuk itu mereka berlomba-lomba bersaing secara sehat. Mereka juga rutin sebelum pulang melakukan bersih,” tutur pria berambut belah tengah ini.

Kata Muzhari, menanamkan pola hidup sehat pada anak bisa dimulai dengan membiasakan hidup sehat pagi setiap harinya. Setiap hari anak-anak sebelum masuk ke kelas dibiasakan mencuci tangan di kran-kran air yang telah disediakan di depan ruang kelas masing-masing secara bergantian.

”Selain itu kita juga tetap mengkampanyekan pada anak-anak tentang pentingnya sarapan sebelum berangkat sekolah demi penunjang kegiatan di pagi hari. Melewatkan sarapan pagi juga bisa berpengaruh pada otak dan pola pikir anak. Anak yang tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah otaknya cenderung lama dalam berpikir dan dalam menerima pelajaran,” tandasnya. (cr-zen)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost