Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Udang NTB Masih Mengunakan SKA DKI

Husni Fahri
Husni Fahri

MATARAM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB akan memperjuangkan Surat Keterangan Asal (SKA) udang asal NTB. Selama ini udang yang di ekspor dari NTB kerap menggunakan SKA atas nama Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

a�?Kita ingin fokus dalam meningkatkan nilai ekspor, salah satunya udang,a�? kata Kepala Disperindag NTB, Husni Fahri pada Lombok Post.

Mantan Kepala Dinas Pertanian (Distan) NTB ini mengatakan, bila SKA atas nama NTB tentu akan menambah nilai ekspor. Sehingga masyarakat NTB bisa lebih menikmati hasil dari ekspor udang.

a�?Kita akan perjuangkan SKA ini,a�? imbuhnya.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan, kata dia, merevitalisasi Pijar. Produk-produk strategis lainnya, seperti pupuk dan elpiji juga akan terus dipantau dan dibenahi agar masyarakat tidak lagi merasakan kelangkaan.

a�?Langkah awal saat ini, Disperindag fokus pada hal-hal itu,a�? katanya.

Beberapa waktu lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB telah merilis Berita Resmi Statistik (BRS) mengenai perkembangan ekspor impor di NTB bulan Desember 2014. Dimana, nilai ekspor mengalami peningkatan 149 persen atau US$ 114.371.523 yang sebelumnya US$ 45.931.478. a�?Peningkatan ini akibat meningkatnya ekspor konsentrat tembaga sebesar 99,03 persen. Sedangkan ikan dan udang sebesar 0,04 persen,a�? kata Kepala BPS, Wahyudin.

Sedangkan, untuk nilai impor juga mengalami kenaikan, sebesar US$ 11.971.247. Nilai impor ini naik 35,67 persen dibandingkan bulan November 2014 yang bernilai US$ 8.824.087. Adapun jenis barang yang diimpor dengan nilai terbesar adalah karet dan barang dari karet senilai US$ 3.326.090 atau 27,78 persen, plastik dan barang plastik senilai US$ 3.281. 544 atau 27,41 persen, dan benda-benda dari besi dan baja senilai US$ 2.255.923 atau 18,84 persen.

a�?Negara asal impor terbesar adalah Thailand senilai US$ 3.421.508 (28,58 persen), Jepang senilai US$ 3.297.491 (27,55 persen), dan Cina senilai US$ 1.806.564 (15,09 persen),a�? tutupnya. (cr-ewi)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost