Lombok Post
Metropolis

Pemkot Diminta Lebih Serius Kelola MWP

RUSAK: Nampak dari depan bangunan gedung MWP yang sudah mulai rusak.

MATARAM – Pemkot Mataram diminta lebih serius mengelola Mataram Water Park (MWP). a�?Kalau memang ingin dikelola sendiri, jangan setengah-setengah,a�? kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji.

Sebelumnya, Pemkot Mataram mengatakan akan menata kembali taman yang ada di belakang monumen Bumi Gora ini. Total dana yang disediakan sekitar Rp 200 juta dan akan dijadikan tempat rekreasi bagi masyarakat umum.

Menurut Misban, mestinya dari dulu sudah dilakukan. Namun tentu tidak perlu terlalu melihat ke belakang, yang penting pengelolaan ke depan bisa lebih bagus dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Apakah nanti akan dikelola dengan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) sendiri atau yang lain baginya tidak menjadi permasalahan mendasar. a�?Itu terserah saja, mana baiknya,a�? kata politisi PKPI ini.

Selain masalah pengelolaan, hal yang perlu juga diperhatikan adalah sistem inventarisir aset yang ada di gedung itu. Belajar dari masalah aset yang melilit pemkot saat ini, pencatatan aset yang ada di MWP juga harus serius dan rapi. Ketika akan ada penataan kembali dengan bagunan baru, maka harus diinventarisir dahulu maka aset yang masih bisa digunakan dan mana yang sudah tidak bisa digunakan agar ke depan tidak menjadi masalah kembali seperti saat ini. a�?Sebelum ada renovasi dibuatkan data aset dulu, agar tidak menjadi temuan di kemudian hari,a�? imbuhnya. (ili)A�A�

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost