Lombok Post
Headline Pendidikan

PTS Keluhkan Penambahan Kuota

Ismail Marzuki
Ismail Marzuki

MATARAM – Kebijakan pemerintah meningkatkan daya tampung mahasiswa baru pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 dikeluhkan oleh beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di NTB. Penambahan kuota ini dinilai tidak berpihak dan menghambat perkembangan PTS. ”Seharusnya dengan penambahan kouta ini pemerintah terlebih dahulu melihat asistensi dan keberlanjutan dari PTS yang ada. Banyak PTS di NTB tentu akan mengeluh dengan kebijakan ini,a�? kata Humas IKIP MataramA� Ismail Marzuki.

Menurutnya, tidak semua PTS berkategori mapan. Sehingga penambahan kuota ini akan menyulitkan PTS untuk bersaing dengan PTN. Pasalnya saat ini mahasiswa menjadikan PTS sebagai pilihan kedua jika tam bisa masuk PTN. a�?Sebelum terjadi penambahan kuota minat mahasiswa terhadap PTS masih tinggi,a�? tambahnya.

Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya PTS baru di NTB yang bermunculan. Akan tetapi kondisi sekarang sangat berbeda. Bahkan ada PTS yang menutup program studi (Prodi) tertentu disebabkan tidak ada mahasiswa yang mendaftar.

Berbagai kebijakan pemerintah saat ini menurutnya berat sebelah. Dalam hal ini bukan hanya deskriminasi terhadap bantuan saja melainkan kebijakan pola akreditasi untuk PTN atau PTS akan semakin sulit. Pola akreditasi tetap sama tetapi bantuan yang diberikan berbeda. ”Sudah pasti beberapa PTS yang ada akan terkena dampak dengan kebijakan ini. Saya tidak tahu apakah IKIP Mataram juga akan terkena dampak. Karena berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru (PMB) beberapa tahun terahir ini masih stabil,” ungkap pria asal Lotim ini.

Berdasarkan informasi jumlah penambahan kouta untuk tahun ini sebanyak 152 ribu. Jumlah ini naik jika dibandingkan dengan daya tampung SNMPTN 2014 yang sekitar 130 ribu. Tahun ini PTN akan menerima 124.450 mahasiswa baru atau 16,08 persen yang dari jumlah pendaftar. Sedangkan daya tampung Bidikmisi adalah 27.225 orang atau 17,5 persen.

Sementara Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III L Darmawan Bhakti mengatakan tidak tahu menahu terkait kebijakan pemerintah terhadap penambahan jumlah kouta ini. ”Saya tidak tahu kalau tahun ini ada penambahan lagi. Coba nanti saya cek dulu ya mas, ini saya lagi nyetir,a�? katanya singkat. (cr-zen)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post