Lombok Post
Praya

Tuntaskan Penyelesaian Pupuk Palsu

MENUNTUT: Masa Partai Rakyat Demokratik (PRD) Lombok Tengah, saat menuntut penyelesaian masalah persoalan pupuk yang langka, mahal dan palsu.

PRAYA – Komite Pimpinan Kabupaten Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Lombok Tengah, menuntut penyelesaian masalah peredaran pupuk palsu di daerah ini. Mereka pun memberikan apresiasi pada dinas teknis, aparat dan media masa yang turut serta, mengawasi persoalan kebutuhan mendasar para petani tersebut.

Kendati demikian, mereka mengutuk keras pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, yang dianggap tidak tanggap, cepat dan sensitif mengatasi kelangkaan pupuk. Akibatnya, pupuk pun semakin mahal, hingga dimanfaatkan oleh pihak terkait untuk mengedarkan pupuk palsu, dengan harga standar.

Bagi mereka, permasalahan kelangkaan pupuk di Gumi Tatas Tuhu Trasna, menjadi cerita bersambung setiap tahunnya. Di satu sisi, pemerintah, produsen dan distributor pupuk saling lempar kesalahan, dengan berbagai macam alasan.

a�?Saya sudah menyerahkan indikasi pupuk palsu itu ke Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak). Tolong, ada kejelasan,a�? kata koordinator lapangan (korlap) PRD Loteng, M Gazali, saat melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor Bupati.

Maksudnya, dinas teknis dan aparat diminta untuk menindak tegas pengedar dan penjual pupuk palsu yang di maksud. Tidak sekedar, melakukan penyitaan, atau teguran biasa. Karena, permasalah itu, secara langsung telah merugikan para petani. Ada sebagian lahan mereka mengalami kerusakan.

a�?Saat ini, petani kita sedang bimbang. Kalau tidak memupuk lahannya, maka mengalami kerugian besar. Sehingga, apa boleh buat, mereka terpaksa membeli pupuk dengan harga mahal,a�? katanya. a�?Memang ada pupuk murah, tapi tidak ada yang bisa menjamin, pupuk itu asli atau palsu,a�? tambah Gazali.

Jika masalah yang satu itu tidak secepatnya diatasi, dengan berbagai macam cara atau kebijakan, mereka pun mengancam akan menggerakkan seluruh petani Loteng, untuk melaksanakan aksi besar-besaran ke kantor Bupati, hingga kantor gubernur. a�?Ini jeritan rakyat kecil. Jangan sepelekan jeritan itu,a�? sambung ketua KPK PRD Loteng Andi Risadi.

Kedatangan masa KPK PRD itu pun, diterima Kabag Ekonomi Sekda Loteng Masnun. Dia menekankan, domain penyelesaian pupuk tersebut menjadi tanggungjawab dinas teknis, dalam hal ini Dispernak, dan Dinas Koperasi, Perindusterian dan Perdagangan (Diskoperindag).

a�?Walau pun demikian, saya akan melaporkan tuntutan dan pertanyaan saudara-saudara semua pada dinas teknis yang saya maksud,a�? serunya.

a�?Apa yang diinginkan masa PRD itu, saya pribadi sudah paham. Seringkali saya sampaikan, bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi berbagai persoalan pupuk itu adalah, Operasi Pasar (OP),a�? lanjut kepala Dinas Koperindag H Amir Husen.

Dia memandang, kebutuhan pokok sampai gas LPJ saja, bisa dilakukan OP. Apalagi, pupuk. a�?Sekarang kuncinya ada di tangan produsen. Apakah mau melakukan kebijakan itu atau tidak. Karena, pupuk juga menjadi kebutuhan mendasar, di tingkat para petani. Jika pupuk langka, produksi pertanian merosot, kebutuhan pangan pun berkurang,a�? jelasnya.(dss)

Berita Lainnya

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost

Suhaili Tagih Komitmen Pusat

Redaksi LombokPost

Loteng Kembali Raih WTP?

Redaksi LombokPost

2.500 Sertifikat Gratis Dibagikan

Redaksi LombokPost

Segel Kantor Desa Lajut Dibuka

Redaksi LombokPost