Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Perkembangan Perbankan Melambat

BEKERJA: Seorang pegawai bank tengah bekerja. Belakangan perkembangan bank di sejumlah daerah, termasuk di NTB dinilai melambat.

MATARAM – Perkembangan perbankan secara umum pada triwulan IV-2014 di NTB menunjukkan perlambatan. Hal ini sejalan dengan perlambatan ekonomi tahun 2014, penyaluran kredit bank umum juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan.

a�?Pertumbuhan kredit bank umum mencapai 15,56 persen (yoy), melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 19,94 persen (yoy),a�? kata Unit Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI NTB Hanif Galih Pratama selasa (3/3) kemarin.

Meskipun demikian, pembiayaan kepada sektor korporasi dan rumah tangga cukup terjaga di tengah perlambatan ekonomi dan kebijakan moneter ketat. Rasio NPL total bank umum pada triwulan IV 2014 di bawah 2 persen. Transaksi pembayaran yang dilakukan secara tunai menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2013. Tercatat transaksi pembayaran menunjukkan uang tunai yang masuk bersih ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB sebesar Rp 87 miliar, berbeda dengan tahun 2013 yang mencatat uang tunai yang keluar bersih (net outflow) sebesar Rp 676 miliar.

Sedangkan transaksi yang dilakukan secara non tunai baik RTGS maupun kliring pada tahun 2014 mencapai Rp 21,44 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp 18,68 triliun. Peningkatan transaksi non tunai tersebut menunjukkan perkembangan yang positif dalam mendorong transaksi menjadi lebih efisien dan aman.

a�?Secara umum kinerja bank umum masih menunjukkan pertumbuhan positif walaupun terjadi perlambatan pada pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK),a�? terangnya.

Aset bank umum pada triwulan IV 2014 mencapai Rp 26,76 triliun atau meningkat 17,68 persen (yoy). Peningkatan aset ini lebih tinggi dibanding triwulan yang sama tahun lalu yang sebesar 14,89 persen (yoy). Namun melambat jika dibandingkan triwulan III 2014 yang tumbuh sebesar 21,57 persen.

Peningkatan aset bank umum di NTB selain ditopang oleh DPK yang dihimpun dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito. Ini juga banyak ditopang oleh transaksi antar kantor yang cukup besar.

a�?Pada triwulan IV 2014, kewajiban antar kantor bank umum di NTB mencapai Rp15,86 triliun atau meningkat 23,16 persen (yoy) ,a�? terangnya.

Sebagian besar aset bank umum di NTB merupakan aset pada kelompok bank pemerintah dengan porsi sebesar 72,46 persen.

Sementara kelompok bank swasta nasional dan bank asing campuran masing-masing sebesar 27,22 persen dan 0,32 persen.

Pertumbuhan aset kelompok bank pemerintah pada triwulan IV 2014 mencatat pertumbuhan terbesar, yaitu 18,96 persen (yoy). Ini lebih tinggi dibandingkan aset bank swasta nasional dan bank asing campuran yang masing masing sebesar 14,59 persen (yoy) dan 2,62 persen (yoy).

Sementara itu, penyaluran kredit bank umum pada triwulan IV 2014 mencapai Rp 21,24 triliun, tumbuh 15,56 persen (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut melambat jika dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 19,94 persen (yoy). Namun jika dibandingkan triwulan III 2014 yang sebesar 14,55 persen (yoy), pertumbuhan kredit pada triwulan IV 2014 menunjukkan sedikit peningkatan. a�?Sebagian besar kredit yang disalurkan merupakan kredit konsumsi dengan porsi sebesar 56,91 persen dari total kredit. Lebih tinggi dibandingkan kredit produktif (kredit modal kerja dan kredit investasi) yang porsinya sebesar 43,09 persen dari total kredit,a�? ujarnya.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank umum pada triwulan IV 2014 sebesar Rp 16,48 miliar, tumbuh sebesar 16,50persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut melambat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 17,36 persen (yoy). Namun pertumbuhan kredit triwulan IV 2014 menunjukkan sedikit peningkatan jika dibandingkan pertumbuhan triwulan III 2014 yang sebesar 16,21 persen (yoy).

a�?DPK bank umum didominasi oleh tabungan dengan porsi sebesar 59,37 persen dari total DPK yang dihimpun,a�? tandasnya. (nur)

Berita Lainnya

Tenaga Pemetaan BPS Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Siswa BLK Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

13 Ahli Waris Non ASN Kemensos RI Terima Santunan BPJSTK

Redaksi Lombok Post

BANSOS KORBAN BENCANA SULTENG DAN NTB SIAP DICAIRKAN

Redaksi Lombok Post

Telkomsel Luncurkan IoT INTANK

Redaksi Lombok Post

Undian Simpedes BRI Periode II Tahun 2018 Digelar

Redaksi Lombok Post

Telkomsel Rampungkan Refarming 800 MHz dan 900 MHz

Redaksi Lombok Post

Astra NTB Gelar Final Kontes Layanan Honda Regional 2019

Redaksi LombokPost

NTB Butuh Sektor Pengganti Tambang

Redaksi LombokPost