Lombok Post
Metropolis

Bawa Sigon dan Panci, PRT Demo

Aksi
DEMO PRT: Sejumlah aktivis membaur bersama para perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dalam aksi damai di gedung DPRD NTB

*Tuntut Pengesahan UU PRT

MATARAM – Aktivis lembaga swadaya masyarakat di Mataram, Selasa (9/3) menggelar aksi unjuk rasa dengan mengajak serta sejumlah perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Aksi untuk menuntut pemerintah mengesahkan UU Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Aksi juga berkaitan dengan Hari Perempuan Internasional yang diperingati sehari sebelumnya. Massa aksi yang di antaranya juga membawa anak-anak, memusatkan aksi di perempatan Bank Indonesia, dan gedung DPRD NTB.

a�?Ini menyangkut nasib jutaan perempuan Indonesia,a�? tandas Mahmudah Kalla, korodinator aksi.

Rancangan UU PRT telah disiapkan sejak 2004 silam. Namun, nasibnya tidak jelas hingga sebelas tahun setelahnya. RUU ini tidak pernah masuk dalam program legislasi nasional yang disepakati DPR RI dengan pemerintah.

Di DPRD, perwakilan massa aksi diterima Sekretaris Komisi V DPRD NTB L Fathul Bahri didampingi anggota DPRD NTB lainnya, Patimura Farhan, dan TGH Muammar Arafat. Kepada tiga wakil rakyat, para pekerja rumah tangga menyampaikan keluh kesah mereka.

Nurul Utami, aktivis Lembaga Advokasi Rakyat untuk Demokrasi menyebut, pendataan pihaknya, saat ini lebih dari 1.500 perempuan di Mataram, bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sebanyak 300 orang di antaranya mengalami sejumlah kasus yang terkait pembayarah hak yang tidak memadai.

Kata Nurul, ada sejumlah PRT yang bekerja 24 jam di rumah majikannya. Namun, hanya menerima upah Rp 350 ribu sebulan. Amat jauh dari Upah Minimum Provinsi yang mencapai Rp 1,33 juta.

Karena itu, DPRD NTB didesak menjadi contoh di Indonesia yang membuat terobosan dengan memprakarsai lahirnya regulasi yang mengatur pekerja di sektor rumah tangga. Kendati UU tentang hal ini belum ada di pemerintah pusat. (kus/r9)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost