Lombok Post
Headline Kriminal

Bohong, Semrawut di Bilang Baik-Baik

BERI KETERANGAN: Beberapa dosen di lingkup IAIN memberi keterangan terkait kondisi kampus yang semrawut, kemarin.

MATARAM – Kisruh di lingkup IAIN Mataram semakin memanas. Beberapa dosen angkat bicara. Mereka mengaku resah melihat kondisi kampus makin tidak jelas.

a�?Pjs Rektor mengintervensi jurusan,a�? ungkap Irzani M.Pd, dosen Matematika yang juga mantan Kepala Jurusan Matematika, di ruang sidang kampus IAIN II, senin(9/3).

Irzani yang didampingi beberapa dosen mengatakan, keadaan kampus yang kata Pjs Rektor normal itu omong kosong. Pasalnya, belum ada komunikasi antara Pjs Rektor dengan civitas lingkup bawah.

Bahkan, Nasruddin terkesan menghindari pertemuan yang direncanakan civitas di lingkup IAIN. a�?Bagaimana mau memperbaiki keadaan kalau begini,a�? kesalnya.

Bahkan saking marahnya, ia mengatakan kalau Pjs Rektor tersebut sakit dan perlu dibawa ke dokter spesialis. Mereka juga menilai adanya keberpihakan Pjs Rektor dengan faksi tertentu di internal IAIN. Seharusnya, imbuh mereka, Pjs Rektor bersikap netral. Tidak memihak salah satu kelompok.

Para dosen meminta agar Rektor definitif segera dilantik. Mereka menyayangkan pelantikan rektor definitif belum terealisasi hingga kini. Bahkan mereka mengancam kalau masalah Rektor definitif ini belum selesai, kampus bisa goyah. a�?Angka wisuda tahun ini bisa jeblok,a�? tegasnya.

Karena, beberapa proses administrasi di lingkup jurusan terhambat. a�?Untuk urusan teknis, Rektor dan Dekan mana tahu,a�? sambung Dr Qudus mantan Kepala Jurusan PAI.

Selain itu, mereka juga menyinggung status alih nama IAIN yang akan menjadi UIN dinilai terhambat. Saat ini, proses administrasi tersebut tidak didiukung oleh Pjs Rektor. a�?Anggaran untuk alih nama tersebut ada, tapi dipangkas-pangkas,a�? katanya, diamini dosen lainnya.

Sementara itu, respon dari Kementerian Agama selama ini membisu. Mereka menduga ada permainan diantara Pjs Rektor dengan oknum di Kemenag. a�?Indikasinya kuat ada kongkalikong antara oknum kampus dengan orang di pusat (Kemenag),a�? tandas mereka. (cr-deq/r8)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post