Lombok Post
Metropolis

Wow…Bangun Ruang Rapat Senilai Rp 7 Miliar

GEDUNG Dewan
GEDUNG : Inilah Kantor DPRD Mataram di Jalan Lingkar Selatan. Kata anggota dewan, gedung ini tidak representatif.

MATARAM – DPRD Mataram berencana membangun gedung baru senilai Rp 7 miliar lebih. Cukup fantastis, mengingat gedung yang ditempati saat ini terbilang masih baru.

Wakil Ketua DPRD Mataram Muhtar membenarkan rencana itu. Gedung saat ini dianggap tidak representatif lagi untuk menyelenggarakan kegiatan skala besar. Seperti pelantikan wali kota, pelantikan dewan baru, dan kegiatan lainnya. Untuk itu dibutuhkan gedung rapat utama. a�?Kalau dibilang mendesak, nggak juga, cuma harus kita pikirkan ke depan,a�? katanya.

Menurutnya, jika berpikir statis, cukup dengan apa yang dimiliki, tentu tidak akan ada kemajuan. Anggota dewan juga ke depan tidak hanya 40 orang, bisa bertambah hingga 45 orang anggota. a�?Tentunya dengan luas gedung paripurna, tidak akan memadai. Dan di dalam paripurna juga kita mengundang masyarakat,a�? ujar politisi Partai Gerindra ini.

Rencananya pembangunan akan menggunakan APBD. Namun karena akan banyak menguras anggaran daerah, pimpinan akan berusaha melobi ke pusat, sehingga beban daerah bisa berkurang. a�?Kita masih cari celah supaya jangan terlalu banyak menyerap APBD kita,a�? cetusnya.

Ia menambahkan, rencananya gedung baru itu didesain menjadi gedung serba guna, yang dimanfaatkan bila ada kegiatan skala besar.Lokasi pembangunan akan memanfaatkan lahan di sebelah barat kantor saat ini. Luasnya cukup memadai. (ili/r8)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost