Lombok Post
Headline Metropolis

Gubernur Tantang Anggota DPRD Tes Urine

REHABILITASI PECANDU: Gubernur TGB HM Zainul Majdi didampingi para bupati dan wali kota seluruh NTB dan FKPD saat deklarasi Gerakan Rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di Gelanggang Pemuda

MATARAM – Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi menantang anggota DPRD seluruh NTB tes urine. Ini untuk memastikan para wakil rakyat bebas penyalahgunaan narkoba. Tantangan serupa dilayangkan gubernur ke seluruh aparat penegak hukum di daerah ini.

Tantangan itu disampaikan secara terbuka di tengah deklarasi Gerakan Rehabilitasi 100 ribu penyalahguna narkoba di gedung Gelanggang Pemuda, kemarin. Tantangan dilayangkan orang nomor satu NTB ini, di hadapan para bupati dan wali kota se-NTB, juga pimpinan TNI dan Polri.

a�?Tentu akan menjadi sinyal buruk, kalau para anggota DPRD, para pimpinan daerah, dan aparat penegak hukum tidak bersedia menjalani tes urine untuk memastikan mereka terbebas dari penyalahgunaan narkoba,a�? tandas gubernur.

Dia menekankan, seluruh pemimpin daerah, wakil rakyat, aparat penegak hukum, para guru dan siswa, para pengajar perguruan tinggi, dan entitas lain di NTB, harus sepaham. Perang terhadap narkoba adalah perkara serius.

Jangan sampai, ada yang secara tegas menyatakan perang dan memberantas narkoba sampai akar-akarnya. Namun, di sisi lain, justru ada yang melindungi narkoba. a�?Saya sampaikan ini apa adanya. Karena ini adalah kejahatan yang luar biasa,a�? tandas gubernur.

Pemprov NTB telah memulai dengan menggelar tes urine mendadak bagi pejabat eselon II dan eselon III. Dan seluruh kabupaten/kota, para bupati dan wali kota di NTB, ditantang pula untuk melakukan gerakan yang sama. a�?Kita harus mulai menertibkan internal kita,a�? tandasnya.

Akan menjadi aneh, kata alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, ini pemerintah, DPRD, dan aparat penegak hukum menggelar deklarasi antinarkoba. Namun, justru di internal pemerintah, DPRD, dan aparat penegak hukum terdapat para penyalahguna narkoba.

Kepada para ustad, pendeta, pastur, dan pedande, gubernur juga meminta dalam khutbah, dalam pertemuan keagamaan yang mereka hadiri, agar tiada henti menyuarakan kampanye perang terhadap narkoba.

Kalau selama ini, khutbah, misa di gereja atau ceramah keagamaan diisi tentang surga dan neraka, gubernur meminta agar hal itu dikurangi. Jauh lebih penting mengampanyekan hal-hal yang justru akan membawa manusia ke surga dan neraka. a�?Salah satu yang paling cepat membawa kita ke surga dan neraka, adalah penyalahgunaan narkoba,a�? tandas gubernur yang juga ulama kharismatik ini.

Sementara itu, Kepala BNN NTB Kombespol Mufti Djusnir mengatakan, deklarasi gerakan rehabilitasi 100 ribu penyalahguna narkoba kemarin, digelar serentak di seluruh Indonesia. a�?Bapak Presiden telah menyatakan kalau Indonesia kini darurat narkoba,a�? imbuh Mufti.
Dia mengatakan, untuk NTB, gerakan ini akan menyasar 1.500 penyalahguna. Sebagai pengguna, mereka akan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi di pusat penanganan pengguna narkoba milik pemerintah.

Deklarasi diisi juga dengan penandatanganan komitmen perang terhadap narkoba oleh gubernur bersama seluruh bupati dan wali kota. Saat yang sama, tokoh agama, organisasi wanita dan pelajar turut serta membacakan deklarasi mereka, berisi perang terhadap narkoba. (kus/r9/r3)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post