Lombok Post
Headline Sumbawa

Karyawan Newmont Ancam Mogok Sebulan

PARKIR : Ratusan haultruck milik PTNNT saat parkir di sekitar lubang (Pit) tambang PTNNT. Pemandangan seperti ini kembali akan terjadi lantaran karyawan mengancam akan melakukan aksi mogok kerja satu bulan penuh.

*Tuntut Kenaikan Gaji

TALIWANG a�� Perundingan perjanjian kerja sama bersama (PKB) terkait kenaikan pendapatan antara karyawan dan manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) buntu (deadlock). Tidak ada kesepakatan yang tercapai antara perwakilan serikat tenaga kerja dengan perusahaan.

Buntunya pembahasan PKB ini berujung pada ancaman mogok kerja yang akan dilakukan ribuan karyawan PTNNT. Bahkan surat pemberitahuan adanya rencana mogok itu sudah diserahkan perwakilan serikat pekerja kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), senin (16/3) kemarin sore.

Wakil Ketua Tim Perundingan PKB karyawan PTNNT, Yoesrawan Galank mengatakan, pihaknya sudah mengantarkan surat pemberitahuan mogok kerja itu kepada pemerintah.

a�? Rencananya surat itu juga akan ditembuskan kepada Kepolisian, Bupati, DPRD KSB, Gubernur dan Polda NTB,a��a�� katanya.

Mogok kerja akan dilaksanakan pada 25 Maret hingga 25 April mendatang. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil kesepakatan yang dicapai masing-masing serikat pekerja yang mewakili karyawan dalam perundingan.

a�?a��Kita rencananya akan mogok selama sebulan penuh,a��a�� ancamnya.

Galank mengakui, opsi mogok kerja karyawan bukan satu-satunya yang ditempuh tenaga kerja. Ada dua opsi yang diberikan. Opsinya adalah perpanjangan waktu perundingan dengan taraf nilai lebih baik dari penawaran terakhir yang diberikan perusahaan.

a�?Tapi kalau dalam satu minggu tidak ada respons perusahaan, baru kami akan mengambil opsi kedua, mogok kerja selama satu bulan penuh,a��a�� kata pria yang juga Ketua PUK SPAT PTNNT ini.

Tim perundingan, kata dia, juga tetap membuka diri untuk berkomunikasi dengan manajemen PTNNT. Namun satu hal yang tidak bisa ditawar perusahaan, masalah nilai dan persentase kenaikan upah karyawan.

a�?a��Newmont meminta nilai upah itu sama dengan PKB sebelumnya yaitu antara 3 sampai 4 persen. Tapi kami meminta ada kenaikan lagi disitu, sekitar 1 sampai 2 persen,a��a�� tandasnya.

Permintaan kenaikan upah di PKB baru ini karena sejumlah pertimbangan. Galank menyebut, cashflow perusahaan akan untung besar selama tiga tahun ke depan.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua PUK Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PTNNT, Rob Fachruddin. Menurutnya, persoalan yang belum kelar dalam PKB ini terkait nilai gaji karyawan itu sendiri. Karyawan meminta ada kanaikan angka dari PKB sebelumnya.

a�?Yang belum tuntas hanya poin menyangkut kenaikan gaji dan kesejahteraan karyawan. Ini yang belum diterima PTNNT, bahkan pada perundingan terakhir pada 5 Maret lalu, perwakilan manajemen tidak bersedia menandatangani berita acara,a��a��katanya.

General Supervisor (Gensup) Departemen Komunikasi PTNNT Ruslan Ahmad mengatakan, perundingan PKB antara manajemen dengan perwakilan pekerja sudah mencapai kesepakatan sekitar 80 persen dari poin-poin PKB yang dibahas. Menurutnya sebagian besar poin PKB sudah disepakati.

a�?Berdasar risalah perundingan PKB tertanggal 5 Maret 2015, akan dilanjutkan kembali untuk membahas hal-hal yang belum disepakati bersama pada waktu dan tempat yang akan ditentukan dan disetujui kedua belah pihak,a��a�� jelasnya.

Ruslan memastikan, selama proses itu berlangsung, karyawan tetap fokus bekerja dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial (HI), Disosnakertrans KSB, Zainuddin yang dikonfirmasi terpisah membenarkan pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan mogok kerja tersebut. Bahkan sebelum diantar ke dinas, perwakilan pekerja juga sudah lebih dulu memberitahukan secara lisan.

a�?a��Kita sudah terima surat pemberitahuan mogok tersebut,a��a�� katanya membenarkan.

Ancama mogok kerja yang akan dilakukan ribuan pekerja PTNNT ini diakuinya buntut dari pembahasan PKB yang tidak menemukan kata sepakat. Terutama nominal gaji dan kesejahteraan yang dituntut karyawan. Zainuddin menegaskan, aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan ini tidak bertentangan dengan UU.

a�?a��Apa yang mereka lakukan sah sesuai UU. Karena sebelum adanya pemberitahuan aksi mogok kerja ini, karyawan sudah melakukan perundingan dengan PTNNT,a��a�� tandasnya.(far/r7)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost