Lombok Post
Headline Praya

Sekadar Kasi Rokok

MASUK SEL: Dua pelaku pembegalan warga asing di Desa Mekar Sari, Praya Barat dimasukkan ke sel tahanan Polsek, kemarin.

* Dana Keamanan Pariwisata Kosong

PRAYA – Parah, dana keamanan pariwisata di seluruh destinasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna, khususnya wilayah selatan ternyata kosong melompong. Untuk itu, para wisatawan lokal hingga asing diminta tetap waspada.

a�?Memang tugas keamanan mutlak dilakukan kepolisian. Tapi, kita harus menghargai dan mengerti. Ngak mungkin, kita tidak kasi rokok saat mereka bertugas,a�? kata Kabid Pengembangan Pariwisata Disbudpar Loteng Lalu Sungkul, senin (16/3).

Rokok yang dimaksud, terang Sungkul tentu membutuhkan anggaran yang jelas. Tidak mungkin, mengeluarkan dana pribadi. Apalagi, area keamanan di wilayah selatan cukup luas. Mulai kawasan Teluk Awang hingga Selong Belanak dan wilayah Nambung. Belum lagi, ungkap Sungkul, keamanan destinasi di zona utara dan tengah.

Sungkul menambahkan, paling tidak setiap destinasi wisata ada jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Bukan sebaliknya, menjadi ancaman. a�?Saya tidak tahu kenapa anggaran keamanan pariwisata ini kosong. Setahu saya, Disbudpar telah mengajukan dan memperjuangkannya. Tapi, ngak tahu di dewan,a�? sindir mantan ketua Pam Pantai Bina Masyarakat Wisata (BMW) Loteng ini.

Menurutnya, tugas menjaga keamanan memang menjadi tanggung jawab bersama dan domainnya terletak pada aparat. Hanya saja, tugas itu akan berjalan lancar apabila didukung anggaran. Pertaruhannya adalah, kondusifitas investasi, pembangunan daerah, dan kunjungan wisatawan.

Sehingga, jelas Sungkul, percuma Disbudpar dan pelaku pariwisata, gencar melakukan promosi besar-besaran. Jika tidak diimbangi dengan keamanan. a�?Kasus yang menimpa warga asal Prancis sudah saya dengar. Ini patut disikapi serius,a�? kata Sungkul.

Agar tugas keamanan itu berjalan, pihaknya berencana akan berkoordinasi dengan legislatif guna bertanya alasan kosongnya anggaran yang dimaksud. a�?Prinsipnya, kami berusaha jemput bola. Sekarang tergantung pengambil keputusan saja,a�? ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Loteng Burhanudin Yusuf mengakui pentingnya anggaran keamanan pariwisata itu. Soal kemudian, Disbudpar mengatakan kosong, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu justru baru mengetahui.

a�?Ini pentingnya koordinasi itu. Sebenarnya, saat pembahasan APBD murni dinas terkait jemput bola, jangan diam diri saja,a�? katanya.

Kapolsek Praya Barat Kompol Muh Iqbal Huda mengatakan, perlu adanya kerja sama semua pihak menyangkut urusan keamanan pariwisata. Tidak bisa, dititikberatkan ke kepolisian. Apalagi, jumlah anggota kepolisian tidak sebanding luas wilayah di Loteng.

a�?Begitu pula wisatawan, kami berharap tetap waspada. Bila perlu, beritahukan ke kami, kemana tujuan berwisata, sehingga kami mudah melacak,a�? kata Iqbal.(dss/r11)

Berita Lainnya

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost