Sumbawa

TKW Sakit, Keluarganya a�?Dipajakia�?

*Berdalih Biaya Pemulangan

TALIWANG a�� Khaeridawati binti Usman, tenaga kerja wanita (TKW) asal Dusun Benteng, Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk yang bekerja di Oman minta dipulangkan. Khaeridawati diketahui sedang menderita sakit parah di tempatnya bekerja. Permintaan itu disampaikan Syamsul, suami dari TKW tersebut saat mengadu ke Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

a�?Komisi I DPRD diminta untuk terlibat aktif membantu kepulangan TKW ini dari Oman ke Sumbawa Barat,a��a�� kata Sekretaris Komisi I DPRD KSB Masdar Arma, senin (16/3) kemarin.

Komisi I mendapat laporan, Khaeridawati berangkat menjadi TKW ke Oman pada September 2014 lalu. Dia berangkat melalui sebuah perusahaan jasa tenaga kerja indonesia (PJTKI). Di Oman, ia langsung ditempatkan sebagai pembantu rumah tangga.

a�?15 hari bekerja di sana, TKW ini dikembalikan lagi ke agen penyalur karena sakit,a��a�� katanya.

Ia sempat kembali masuk penampungan milik agen di Oman. Tapi tidak lama, TKW ini kembali dipekerjakan di rumah majikannya yang kedua.

a�?a��Di majikannya yang kedua, ia hanya bertahan dua hari, karena penyakitnya kambuh lagi. Demikian halnya setelah sembuh dan kembali dipekerjakan dimajikan ketiga, hanya bertahan sebulan, dia dikembalikan lagi ke agen karena sakit,a��a�� terangnya.

Karena kondisinya yang sakit-sakitan, ia hanya bisa tinggal di penampungan. Pihak keluarga menghendaki, ketimbang terus dititip di penampungan dengan kondisinya seperti sekarang, sebaiknya dipulangkan saja ke tanah air.

a�?a��Sekarang dia sudah dua bulan di penampungan dalam kondisi sakit,a��a�� katanya.

Kondisi saat ini semakin sulit untuk memulangkannya. Agen TKI di Oman meminta kepada keluarga untuk membayar uang senilai Rp 35 juta. Tidak hanya itu, perusahaan penyalur TKI di Sumbawa juga meminta tambahan uang Rp 15 juta dengan alasan untuk biaya pemulangan.

a�?a��Suami Khaerida ini baru menyerahkan uang Rp 10 juta ke PJTKI yang memberangkatkannya, tapi sampai saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut terkait proses pemulangan tersebut,a��a�� sesalnya.a��

Komisi bidang tenaga kerja ini berjanji akan segera membuat jadwal untuk memanggil PJTKI tersebut dan Dinas Tenaga Kerja untuk meminta klarifikasi atas persoalan tersebut.

a�?Biasanya kalau TKI yang sudah diberangkatkan seperti ini, mereka punya asuransi. Nah ini yang ingin kita tanyakan dan klarifikasi langsung,a��a�� tambahnya.(far/r7)

Related posts

Hadeh, Belum Sebulan Sudah Rusak

Iklan Lombok Post

Satu Meja Bahas Rencana Aksi 212

Redaksi Lombok post

Bupati Musyafirin Terganggu Polemik Smelter

Redaksi Lombok post

Leave a Comment