Lombok Post
Giri Menang

Burhanudin Cari Teman

BANTAH: Di depan majelis hakim, terdakwa Burhanudin membantah dirinya pernah menerima suap terkait penjualan aset daerah berupa tanah di Desa Jagaraga.

* Sebut Oknum Pejabat Jual Tanah Pecatu

GIRI MENANG – Masalah tanah pecatu di Lombok Barat (Lobar) kembali mencuat. Mantan Kepala Kantor Aset Daerah (KAD) Lobar Burhanudin bernyanyi dari bali jeruji besi.

Tanah pecatu di Labuapi, sebut Burhanudin, diduga telah dijual oknum pejabat. Tanah dengan luas 86 are itu berada di dekat puskesmas.

a�?Itu masuk aset Lobar. Diduga sudah dijual oknum pejabat,a�? kata Burhanudin yang ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, belum lama ini.

Pria yang tersandung kasus pidana korupsi ini mengaku, tanah tersebut merupakan pecatu Kota Mataram. Oknum pejabat diduga melego tanah aset itu dengan kisaran harga Rp 40 juta per are.a�?Modus untuk menjual tanah itu, yakni membuat sertifikat ganda,a�? bebernya.

Ia belum bisa memastikan oknum pejabat yang dituding menjual aset. Namun, dia meyakinkan jika tanah yang dijual itu masuk dalam aset Lobar.a�?Itu ada dalam buku aset. Saya yang lihat sendiri,a�? tegasnya.

Selain membeberkan dugaan penjualan tanah pecatu di Labuapi, dia juga membongkar dugaan penjualan tanah pecatu di Selat, Narmada seluas 46 are. Lahan itu diduga dijual oknum dewan.a�?Tanah tersebut merupakan tanah pecatu Kepala Dusun (Kadus) Tebao, Desa Selat, Narmada, Lobar,a�? jelasnya.

Tanah pecatu Selat terletak di pengkolan atau dekat kuburan. Tanah itu awalnya milik Amaq Mudahmal, warga Selat. Kemudian, tanah tersebut dijualnya ke pemda dan tercatat sebagai aset.

Saat itu, tanah pecatu dijual per are dengan harga Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Sehingga jika ditotal nilainya ratusan juta.a�?Saya punya data semuanya. Saya juga siap membongkar,a�? tantangnya.

Dugaan penjualan tanah pecatu milik Pemkab Lobar di Selat dan Labuapi pernah disambut Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.A� Kepala Kejati (Kajati) NTB, Sugeng Pudjianto kala itu, berjanji akan menindaklanjuti penjualan aset pemda ini dengan melakukan serangkaian pengumpulan data dan keterangan. (jlo/r6)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost