Lombok Post
Headline Sumbawa

Karyawan Berhak Mogok

Kepala Bidang (Kabid) Hubungungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disosnakertrans

*Kisruh Pekerja – Manajemen Newmont

TALIWANGA�a�� Pemerintah belum bisa mencampuri urusan internal yang terjadi antara pekerja dengan manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) masih sebatas memantau perkembangan.

Perwakilan serikat tenaga kerja yang tergabung dalam tim perundingan mengajukan surat pemberitahuan tentang aksi mogok kerja massal yang akan dilakukan selama sebulan penuh. Surat itu resmi masuk ke Disosnakertrans pada Senin (16/3). Dalam surat itu, karyawan Newmont akan mogok sejak 25 Maret sampai April mendatang.

a�?Disosnakertrans sebagai pengawas, dalam konteks ini belum bisa terlihat terlalu jauh. Kewenangan kami hanya sebatas melakukan klarifikasi secara normatif kepada kedua belah pihak, yaitu karyawan dan manajemen PTNNT,a��a�� jelas Kepala Bidang (Kabid) Hubungungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disosnakertrans, Zainuddin, selasa (17/3) kemarin.

Rencana aksi mogok itu dilakukan menyusul deadlocknya pembahasan perjanjian kerja sama bersama (PKB) tahun 2015-2016 antara kedua belah pihak. Perwakilan tenaga kerja menuntut perusahaan menaikkan gaji dan kesejahteraan karyawan antara satu sampai dua persen dari PKB sebelumnya.

Kenaikan gaji dan kesejahteraan ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, pasalnya berdasarkan perhitungan cashflow, PTNNT dalam tiga tahun ke depan akan mendapat keuntungan besar dari aktivitas penambangan tembaga dan emas di Batu Hijau, Kecamatan Sekongkang.

Mediasi akan dilakukan jika kedua belah pihak sudah melimpahkan masalah itu kepada pemerintah. Diakuinya, pihaknya berencana akan melakukan klarifikasi kepada PTNNT hari ini (kemarin,red). Namun, pihak perusahaan meminta waktu dua hari ke depan dengan dalih mereka akan melaksanakan pembahasan internal.

a�?a��Kita menunggu seperti apa yang disampaikan perusahaan. Karena memang, perwakilan tenaga juga tetap membuka komunikasi sebelum aksi mogok itu berjalan,a��a�� katanya.

Zainuddin menjelaskan, surat pemberitahuan mogok kerja ini juga ditembuskan perwakilan tenaga kerja kepada Presdir PTNNT termasuk ke Disosnakertrans KSB.

a�?a��Kalau surat itu sudah kami terima kemarin,a��a�� jelasnya.

Surat dengan nomor 015/TPSP-PKB/PTNNT/2015 tertanggal 16 maret 2015 itu ditandatangani tim perunding yang merupakan perwakilan dari Pengurus Unit Kerja (PUK) SP KEP SPSI PTNNT dan PUK Serikat Pekerja Tambang (SPAT) Samawa. Dalam surat ini ditegaskan, aksi mogok akan dilaksanakan mulai 25 Maret sampai 25 April mendatang. Aksi mogok ini akan dilakukan dalam areal tambang Batu Hijau sendiri.

a�?a��Surat pemberitahuan itu ditandatangani masing-masing ketua dan sekretaris serikat pekerja di antaranya PUK KPE SPSI dan PUK SPAT PTNNT,a��a�� akunya.

Ditegaskannya, sesuai UU Nomor 23/2004, mogok kerja yang dilakukan karyawan ini sah dan diatur dalam UU tadi. Mogok kerja merupakan hak karyawan. Hanya saja, dirinya juga mengingatkan, untuk melaksanakan aksi itu ada sejumlah syarat normatif yang harus dipenuhi.

Di antaranya, bila terjadi kebuntuan perundingan yang diatur dalam tata tertib dan UU tentang teknis pembahasan PKB, terdapat sejumlah poin yang tidak disepakati dua pihak. Selain itu, alasannya mogok juga harus jelas, termasuk sasaran dan target serta berapa banyak karyawan yang akan terlibat.

a�?Dari semua syarat itu, mogok kerja yang akan dilakukan karyawan PTNNT sudah sah secara hukum,a��a�� tambahnya.

Sebelumnya, General Supervisor (Gensup) Departemen Komunikasi PTNNT, Ruslan Ahmad mengatakan, perundingan PKB antara manajement dengan perwakilan pekerja sudah mencapai kesepakatan sekitar 80 persen dari poin-poin PKB yang dibahas. Dia mengklaim sebagian besar poin PKB sudah disepakati.

a�?Berdasar risalah perundingan PKB tertanggal 5 Maret 2015, akan dilanjutkan kembali untuk membahas hal-hal yang belum disepakati bersama pada waktu dan tempat yang akan ditentukan dan disetujui oleh kedua belah pihak,a��a�� jelasnya. (far/r7)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost