Lombok Post
Metropolis

Pagu Rp 3,3 Triliun Diutak-atik

Musrenbang
RAPAT KLINIS:Suasana trilateral klinis desk yang diikuti perwakilan Bappeda kabupaten/kota, Bappeda NTB, dan SKPD provinsi, saat pra musrenbang provinsi di Hotel Lombok Raya

* Klinis Desk Pra Musrenbang Provinsi

MATARAM – Bappeda NTB, bersama SKPD provinsi dan Bappeda kabupaten/kota tengah mengutak-atik proyeksi belanja sebesar Rp 3,3 triliun pada APBD NTB 2016. Utak-atik anggaran digelar selama tiga hari dalam pra musrenbang provinsi.

a�?Kita memadukan usulan dari seluruh kabupaten kota dengan provinsi sehingga musrenbang lebih efektif,a�? kata Sekretaris Bappeda NTB Yusron Hadi kepada Lombok Post, di sela pra musrenbang, Selasa (17/3).

Dia mengatakan, dalam tiga hari terakhir, seluruh kabupaten/kota menjalani apa yang disebut trilateral klinis desk. Di sana, Bappeda dan SKPD provinsi yang memiliki program langsung ke kabupaten/kota duduk bersama dengan Bappeda seluruh daerah. a�?Kita siapkan sembilan meja untuk uji klinis. Sehingga satu meja ada empat SKPD provinsi,a�? kata Yusron.

Pria yang nyaris menghabiskan seluruh karirnya di Bappeda ini mengatakan, trilateral klinis desk adalah terobosan yang baru dijalankan tahun 2015. Namun, respons kabupaten/kota sangat baik. Sebab, mereka segera mendapat kepastian, mana usulan yang bisa diakomodir provinsi dan mana yang tidak. Acuan pun sudah menggunakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) online.

Dengan begitu, kata Yusron, proses musrenbang provinsi yang baru akan digelar pada Kamis besok, akan menjadi lebih efektif. Karena program telah tuntas, maka arena musrenbang pun diharapkan akan fokus pada pembahasan usulan dan pandangan dari masyarakat. a�?Musrenbang bahkan meniadakan pemaparan dari bupati dan wali kota,a�? kata Yusron.

Berkaca pada musrenbang tahun sebelumnya, selalu memang ada sesi pemaparan kepala daerah. Namun, sesi itu dihapus tahun ini, lantaran trilateral klinis desk dinilai telah menampung seluruh usulan daerah. a�?Pemaparan hanya akan dilakukan Bappenas, Kemendagri, dan KPK,a�? kata Yusron.

Proyeksi sementara, ada anggaran Rp 3,3 triliun dalam APBD 2016 yang bisa dibelanjakan. Proyeksi mengacu pada pagu sementara yang ada pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah.

Menurut Yusron, angka Rp 3,3 triliun masih tergolong moderat. Mengingat, total APBD NTB 2015 sebesar Rp 3,039 triliun dengan belanja Rp 2,95 triliun. a�?Jadi proyeksi kenaikan pendapatan hingga Rp 300 miliar berdasarkan pengalaman, masih sangat mungkin,a�? kata dia.

Segera setelah uji klinis tuntas. Pihaknya akan melakukan pemilahan. Mana program yang bisa dibiayai provinsi dan mana yang akan diajukan ke pemerintah pusat, untuk dibiayai APBN. Usulan ke pusat akan diajukan saat musrenbang nasional, yang biasanya berlangsung April.(kus)

Berita Lainnya

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost