Lombok Post
Sportivo

Sisihkan Basket, Fokus di BMX untuk Medali Emas

Regina Patricia Panie

* Mengenal Peserta Pelatda Sentralisasi Tambora 2015

Beberapa orang terlahir dengan bakat yang lebih pada suatu bidang. Biasanya hal ini disebut dengan multitalent. Itulah yang dimiliki oleh Regina Patricia Panie, atlet Pelatda BMX NTB.

***

BAGI kalangan atlet yang masih pelajar, nama Egy -sapaan Regina Patricia Panie- tentu sudah tidak asing lagi. Wajah dan gayanya yang familiar membuatnya mudah dikenali. Karakter tomboy yang melekat serta model rambut seperti cowok menjadi ciri khas pelajar SMAN 2 Mataram kelas XII IPS 5 ini.

Namun, prestasinya di dunia olahraga membuatnya tersohor dan disegani. Kebanyakan orang mungkin masih belum banyak yang mengenal Egy sebagai atlet BMX. Para pelajar di Kota Mataram, sebagian besar mengenal Egy adalah bintang basket tim putri.

Pasalnya pada Porprov 2014, Egy berhasil mengantarkan tim basket Kota Mataram menyabet medali emas. Bukan hanya itu, pada perhelatan Honda DBL Indonesia 2014 lalu, kapten SMANDA -julukan SMAN 2 Mataram- ini tepilih menjadi First Team NTB untuk berangkat ke Surabaya mengikuti DBL Camp.

Namun, ia memilih tidak ikut ke DBL Camp karena lebih memilih fokus di BMX. Putri pasangan Muhammad Sofyan Panie dan Baiq Swartiwin ini menuturkan sudah mulai senang BMX sejak kelas 6 di SDN 41 Mataram.

Waktu itu ia mengaku disuruh oleh orang tuanya untuk bermain BMX yang terbilang cukup ekstrem. “Bapak yang nyuruh. Kebetulan ia dulunya juga senang motor cross,” ungkapnya.

Hobi sang ayah yang menyenangi olahraga ekstrem ternyata mengalir di darah Egy. Ia mengaku juga merasa senang dengan olahraga BMX yang jarang disenangi kebanyakan kaum hawa. Hal ini terbukti dengan Egy menjadi satu-satunya atlet perempuan BMX yang aktif di Kota Mataram. “Aku merasa senang dengan BMX pas lagi kebut-kebutan dan saling menyalip dengan pembalap lain. Itu yang membuat merasa menikmati olahraga ini,” aku empat bersaudara ini.

Sama seperti olahraga lainnya, tak jarang Egy mengalami cedera saat berlatih maupun bertanding. Salah satunya saat mengikuti kejuraan nasional di Jepara, Jawa Tengah. Ia mengalami keseleo dan sempat membuatnya trauma. Egy mengalami cedera karena menurutnya ia memaksakan diri bertanding padahal dalam kondisi yang kurang fit.

“Kalau bertanding di lintasan itu pasti inget kejadian ini (cedera, red). Makanya aku selalu berhati-hati dan nggak seratus persen di sana,” terangnya.

Meski cedera dan sempat trauma, bukan berarti ia berhenti berkiprah di dunia BMX. Ia malah semakin giat dan berlatih dengan keras untuk meningkatkan kemampuannya. Prestasinya bisa mengangkat dunia BMX NTB khususnya Mataram. Ia berhasil meraih medali perak maupun perunggu di kejurnas Jawa Tengah, Bali dan beberapa kejurnas di Jawa lainnya.A� Sayangnya ia mengaku belum pernah meraih medali emas.

Untuk itu lulusan SMPN 1 Mataram ini berencana menargetkan medali emas di ajang berikutnya. Puncaknya yakni di Pra PON dan PON 2016 mendatang. “Harus berani nyoba, nggak boleh ragu dan takut,” ungkapnya sebagai prinsip dan motto hidup yang selalu ia pegang. (Hamdani Wathoni/Mataram/bersambung/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post