Lombok Post
Headline Metropolis

Sudah Kuning, Kutuan, Berbau Lagi

DITOLAK : Puluhan karung beras Bulog yang ditolak warga dikumpulkan di Kantor Lurah Kebun Sari. Beras terlihat menguning dan kutuan.

* Puluhan Karung Raskin Ditolak Warga

MATARAM – Warga kehilangan kesabaran. Berulang kali protes, kualitas raskin tetap saja buruk. Warnanya kuning, kutuan, dan berbau apek.

Akibatnya, puluhan karung beras Bulog ditolak mentah-mentah warga. Aksi ini dilakukan warga Lingkungan Kebun Bawaq Nurul Yakin, Kelurahan Kebun Sari.

Total beras yang ditolak ada 21 karung. Beras itu ditinggal di kantor lurah. Warga meminta beras tersebut diganti dengan yang lebih baik.

Koordinator Posko Pengaduan Fathul Arifin mengatakan, warga kecewa karena beras yang diberikan kualitasnya jelek. Padahal sudah kerap kali melakukan komplain.A� a�?Bulan lalu sempat bagus berasnya, tapi sekarang jelek lagi,a�? ujarnya.

Aksi penolakan ini sebagai bentuk protes. Harapannya beras yang diberikan bisa lebih bagus. Sama seperti bulan kemarin. a�?Warga ingin ada perbaikan kualitas beras,a�? tegasnya.

Lurah Kebun Sari Muhammad Faesal mengatakan sudah menghubungi Bulog, mereka menyatakan siap mengganti. Kelurahan juga tidak ingin warga terus ribut masalah beras.

Namun masalah seperti ini sulit dihindari selama kualitas beras tidak diubah. a�?Ini sesuai dengan komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat,a�? tegasnya.

Sebelumnya, kelurahan juga sudah mengajak semua kepala lingkungan mengunjungi gudang beras Bulog. Ke depan, Bulog diharapkan bisa memperbaiki kualitas raskin yang diberikan. a�?Apalagi dengan perbaikan sistem yang sudah ada,a�? cetusnya.

Sementara Kepala Seksi Humas Bulog Divre NTB Marlinda mengatakan, pihaknya sudah mengganti beras yang ditolak warga. Ada 24 sak (karung) beras diambilkan langsung dari gudang. Pihak kelurahan diminta memilih sendiri mana saja beras yang diinginkan.

Ia menegaskan, jika memang kualitasnya jelek, pihak kelurahan bisa mengembalikannya. Pasti pihak Bulog akan menggati dengan beras medium yang lebih bagus. a�?Di semua kelurahan polanya sama,a�? jelasnya.

Mengenai protes warga, Marlinda bisa memahami. Sebab masalah ini sudah menjadi perhatian sejak lama. Bulog juga tentu tidak ingin memberikan beras yang jelek kepada warga.

Hanya saja, lanjutnya, perlu dipahami, tidak semua kualitas beras di gudang sama. Karena sudah terlalu lama disimpan, tentu ada perubahan. (ili/r8)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost