Lombok Post
Metropolis

Byar-Pet, Gubernur Ngadu ke Pusat

TGB HM Zainul Majdi

MATARAM – Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi benar-benar kehilangan kesabaran pada PLN NTB. Pemadaman listrik di Pulau Lombok sudah sangat parah. Sementara, PLN nyaris tak terlihat bekerja mengatasi masalah. Gubernur pun mengadukan manajemen PLN NTB ke Dirut PLN dan Menteri BUMN. a�?Kita minta manajemen PLN yang ditempatkan di NTB dievaluasi,a�? kata gubernur kepada wartawan usai menghadiri RUPS Bank NTB,A�kamis (26/3) kemarin.

Permintaan evaluasi disampaikan langsung secara tertulis pada Dirut PLN Sofyan Basir dan Menteri BUMN Rini Soemarno. a�?Hari ini suratnya saya tanda tangani dan langsung dikirim,a�? tandasnya.

Pemadaman listrik saat ini kata dia sudah melampaui batas toleransi. Gubernur bahkan menyebutnya gila-gilaan. Tidak hanya di Mataram, tapi terjadi di seluruh wilayah Pulau Lombok. Pemadaman juga tidak lagi pantas disebut bergilir. Sebab, di beberapa tempat, pada beban puncak, padam berturut-turut dua malam.

Langkah PLN yang selalu mendasarkan aksi pemadaman pada kerusakan mesin pembangkit, kata gubernur juga tak bisa diterima setelah hal tersebut terjadi berulang-ulang. a�?Masak alasannya kerusakan semua. Kalau rusak harusnya dibenerin. Masak rusak terus,a�? tandas gubernur.

Karena itu, orang nomor satu di NTB ini menuntut PLN NTB diaudit. Supaya diketahui apa sebetulnya akar masalah dan dicari solusinya. a�?Audit harus segera dilakukan,a�? tuntutnya.

Ditegaskan, permintaan audit bukan untuk mencari-cari kesalahan. Tapi murni untuk memperbaiki kinerja. Kalaupun hasil audit nanti menemukan ada manipulasi, apalagi kesalahan dalam skala besar, kata gubernur itu bukan tujuan pemerintah daerah. a�?Itu urusan penegak hukum,a�? tandasnya.

Yang membuat gubernur kian berang, bukan kali ini dirinya meminta manajemen PLN NTB melakukan koordinasi dan memberi tahu pemerintah daerah. Terutama jika menyangkut hal yang mengganggu pelayanan masyarakat secara signifikan. a�?Ini ngomong aja nggak. Tiba-tiba pemadaman ada di mana-mana,a�? tandasnya.

Gubernur mengingatkan, PLN memonopoli penjualan listrik. Tapi ketika pemadaman terjadi, pemerintah daerah juga kena imbas. Sehingga PLN diingatkan agar tidak anteng, menyusul eskalasi protes meningkat. Itu sebabnya, gubernur menuntut PLN tanggung jawab. a�?Saya sudah berapa kali sampaikan soal ini. Tapi nggak beres-beres. Saya minta dievaluasi saja lah,a�? tandasnya lagi.

Soal pemadaman ini, Manajer PLN Cabang Mataram Bagus Hari kepada Lombok Post hanya memberi penjelasan singkat. Pemadaman listrik terjadi di Lombok lantaran PLTU Jeranjang ngadat lagi.

Akibat gangguan itu, Lombok langsung kekurangan daya. Sehingga, harus ada pemadaman. Lantaran daya memang tidak cukup. a�?Kami mohon doa agar perbaikan segera teratasi,a�? katanya tanpa merinci lebih jauh. (kus/r3)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost