Lombok Post
Bima - Dompu

Orang Bima Jangan Mau Dihasut Teroris

DIALOG
DIALOG: Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin memimpin dialog seminar Igaras di Paruga Na'e Convention Hall

* Perwira Polisi Nginap di Rumah Warga

KOTA BIMA – Kesan Bima sebagai sarang teroris harus dilawan oleh seluruh masyarakat Bima. Warga juga harus memproteksi diri jangan sampai ada anggota keluarganya yang dihasut oleh kelompok radikal itu.

a�?Kami ingin mengajak warga hidup tenteram dan aman. Menjauhkan diri dari doktrin ideologi radikal,a��a�� kata Kapolda NTB, Brigjen Pol H Srijono pada Radar TamboraA� (Lombok Post Group) saat ditemui di gedung Convenstion Hall, kamis (26/3).

Mengisi rapat pimpinan (Rapim) Polda NTB, Kapolda menggagas seminar ideologi garis keras (Igaras). Kegiatan ini menghadirkan kalangan pemerintah dan TNI sebagai pemateri. Sementara para peserta dari kalangan tokoh agama, alim ulama, organisasi pemuda serta jajaran TNI dan polisi sendiri.

Kapolda mengatakan, kegiatan seminar Igaras itu dilakukan agar tidak ada lagi korban baru akibat provokasi oknum-oknuk berlabel garis keras. Seperti jaringan teroris, ISIS dan kelompok radikal lainnya.

Dikatakan Srijono, Bima pada umumnya merupakan tempat kelahiran orang-orang hebat. Bahkan di sini dilahirkan seorang yang pernah menjadi imam di Masjidil Haram Mekkah. Selain itu, ada beberapa tokoh hebat lainnya yang memegang jabatan penting di pemerintahan pusat.

a�?Tetapi di sini juga ada kelompok-kelompok penganut paham radikal dan sejenisnya. Sehingga sudah banyak warga Bima yang jadi korban,a��a�� ujarnya.

Disebutkan Srijono, salah satu korban dari doktrin garis keras yaitu Kaharudin. Korban yang dibekuk oleh warga saat hendak mencuri sepeda motor di Desa Talabiu, Kecamatan Woha Oktober 2014 lalu. a�?Korban ini sudah dicuci otaknya untuk melakukan tindakan radikal. Kegiatan itu dianggap jihad,a��a�� katanya.

Sementara itu, disinggung tentang rapat pimpinan (Rapim) para petinggi kepolisian, Kapolda mengaku sengaja digelar di Bima agat lebih dekat dengan warga Bima. Kapolda menyebar para petinggi Polda NTB untuk berbaur dengan warga. Para petinggi ini menginap di rumah-rumah warga. Cara itu kata dia, agar para petinggi tersebut dapat melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat Bima dan Dompu.
a�Z
a�?Ternyata masyarakat disini cukup ramah dan berbudaya. Semestinya ini yang harusA� digali dan dilestarikan,bukan ajaran dan doktrin luar,a��a�� pungkasnya. (dam/r7)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara