Lombok Post
Tanjung

Penyakit Tidak Menular Berbahaya

dokter

TANJUNG – Selama ini masyarakat mengenal penyakit menular sebagai penyakit yang mengancam kesehatan. Ternyata penyakit tidak menular paling banyak menjadi penyebab kematian.

a�?Penyakit yang tidak menular terjangkit dari pola hidup dan pola makan,a�? kata Kapala bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Lombok Utara Nasibudin, kamis (26/3).

Dijelaskannya, saat iniA� pola makan masyarakat sangat tidak sehat karena maunya mengonsumsi makanan pengganti nasi yang serba cepat dan instan yakni mi. Padahal mi itu sendiri ada bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Makanan lain seperti ayam potong yang disediakan rumah makan cepat saji juga berbahaya bagi kesehatan. Sekarang ayam potong dengan waktu 14 hari saja dapat dipotong dan dikonsumsi padahal proses untuk membuat ayam tersebut tahan lama memakai bahan kimia.

a�?Akibatnya sekarang banyak penyakit yang menyerang masyarakat seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung dan yang lainnya,a�? jelasnya.

Sementara pola hidup sudah berubah menjadi salah satu penyebab terserang penyakit yaitu seperti kurangnya olahraga. Banyaknya aktivitas yang selama ini menggunakan tenaga manusia diambil alih tenaga mesin.

Dulu orang bawa rumput dengan cara dipikul tetapi sekarang banyak memakai sepeda motor. a�?Untuk itu kami sudah sosialisasi di 6 desa yang menjadi tempat sejak awal Maret 2015,a�? pungkasnya. (puj/r11)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost