Lombok Post
Praya

Pergerakan Politik Diawasi

ilustrasi/foto: dok. JPNN.com
ilustrasi/foto: dok. JPNN.com

* Polisi Bentuk Line Organizer

PRAYA – Kendati suhu politik di Lombok Tengah masih adem ayem, tapi, polisi telah memasang kuda-kuda. Mereka resmi membentuk tim line organizer (LO). Tim akan mengawasi pergerakan politik yang dijalankan partai politik (parpol) dan bakal calon (balon) bupati.

Tujuannya, mengantisipasi gejolak sosial politik antar parpol, masyarakat dan khususnya lagi balon bupati. a�?Tim LO sudah menjalankan tugas masing-masing. Mereka pun disertai surat tugas,a�? kata Kasat Intel Polres Loteng AKP I Nyoman Sumantara, kamis (26/3). Masing-masing parpol ditugaskan satu personel LO. Begitu pula di balon bupati. Sementara, KPU dan Panwaslu sifatnya pemantauan keamanan saja. a�?Ini yang kami sebut, peningkatan kinerja fungsi intelijen,a�? kata Sumantara.

Setiap perkembangan politik, yang dijalankan parpol maupun balon bupati, wajib dilaporkan personel LO. Sesuai prosedur yang telah diterima melalui pelatihan. Aparat kepolisian pun, tidak ingin gejolak sosial politik terjadi. Sehingga, deteksi dini merupakan satu-satunya jalan untuk mengantisipasinya.

Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menjadi keharusan dijalankan aparat. Dibantu pemerintah, dan pihak berwenang lainnya. a�?Salah satu contoh, kasus yang menimpa partai Golkar. Di mana, gejolak yang terjadi di pusat, kita antisipasi jangan sampai bergejolak di daerah,a�? lanjut Sumantara.

Termasuk juga, tambah Sumantara setiap kegiatan balon bupati sekecil apa pun, tetap dalam pengawasan. a�?Misalnya, kalau ada balon mau urus SKCK di Polres, personel LO turut membantu. Juga, persiapan pengamanannya saat berkampanye, atau aktivitas politik lainnya,a�? katanya. Artinya, tugas LO tidak saja mengawasi dalam hal pergerakan politik. Namun, bagaimana membantu parpol dan balon bupati menyangkut urusan administrasi dan teknis lainnya. Selama itu, sesuai dengan tupoksi yang diterima LO.

Hal yang sama dilakukan pula Bakesbangpoldagri. Di tempat itu, mereka mulai menggerakkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dibentuk dari tingkat kecamatan hingga dusun. a�?Prinsipnya, program deteksi dini menghadapi pilkada ini siap dijalankan,a�? kata Kepala Bakesbangpoldagri HM Suhardi.(dss/r11)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost