Lombok Post
Kriminal

Proyek Jalan Disorot

PEMELIHARAAN JALAN: Para pekerja tengah menuntaskan salah satu pemeliharaan jalan di provinsi NTB, yang dibiayai dari anggaran kerja sama NTB dan Pemerintah Australia dalam program Provincial Road Improvement and Maintenance (PRIM).

MATARAM – Proyek jalan provinsi yang menghubungan Tongo dan Espe, wilayah selatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi sorotan.

Hasil investigasi koalisi untuk transparansi anggaran NTB (KUTA)A� menemukan sejumlah kejanggalan terkait pengerjaan proyek tersebut.

a�?Kita berharap aparat penegak hukum menaruh perhatian pada proyek ini. Rencananya, akan segera kita laporkan juga,a�? kata Abbas Kurniawan, anggota KUTA, kamis (26/3).

Ia menyebut, proyek yang anggarannya bersumber dari dana APBN tersebut belum rampung hingga saat ini. Padahal, pengerjaannya sudah dimulai sejak awal tahun 2014 dan semestinya selesai pada akhir tahun lalu.

a�?Kalau kita pantau di lapangan, realisasinya mungkin baru sekitar 50 persen saja sampai sekarang,a�? kata Abbas.

Anehnya, lanjut Abbas, meskipun realisasi fisik proyek belum tuntas. Tapi pembayarannya sudah dilakukan 100 persen.

a�?Dari investigasi kami, pembayarannya sudah selesai padahal proyek itu baru kelar sebagian. Ini kan aneh,a�? lanjutnya.

Aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian ataupun kejaksaan diharap dapat turun memeriksa proyek tersebut. Selanjutnya agar segera memeriksa pelaksana proyek hingga dinas yang terkait.

a�?Yang kami tahu, itu bukanlah proyek kecil. Anggarannya saja mencapai Rp 20 miliar lebih,a�? imbuh Abbas.

Sementara itu, H Syahdan selaku Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum NTB yang dikonfirmasi Lombok Post berjanji akan segera menindaklanjuti hasil investigasi tersebut.

Pihaknya akan menanyakan langsung pada satuan kerja (satker) yang menangani. a�?Itu kan proyek dari pusat jadi, pengerjaannya langsung ke satker-satker. Nanti akan kita crosscheck dulu,a�? jelasnya.

Namun menurutnya, kecil kemungkinan tudingan dari KUTA tersebut benar. Syahdan mengatakan, tidak mungkin jika proyek belum selesai tetapi pembayarannya sudah 100 persen. Hal itu diakui menyalahi kententuan yang ada. a�?Tapi saya rasa itu tidak mungkin. Kalau benar begitu, pasti sudah jadi temuan. Kayaknya mustahil,a�? tandas Syahdan. (uki/r8)

Berita Lainnya

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost