Lombok Post
Metropolis

Sekda Dinilai Plin-Plan

KASN
Made Suwandi

MATARAM a�� Keputusan final mutasi Mataram belum diputuskan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Komisioner KASN belum bisa memastikan kapan keputusan dikeluarkan.

a�?Keputusannya kolektif kolegial. Masih ada rapat lagi,a�? kata Komisioner KASN Dr I Made Suwandi via ponsel pada Lombok Post.

Dijelaskan, KASN tidak akan lagi memanggil Sekda Mataram HL Makmur Said. Komisioner tengah mengkonfrontir keterangan sekda dengan mantan staf ahli H Ibrahim maupun IB Jayanta.

a�?Pak Ibrahim dan Pak Jayanta masih dihubungi lagi,a�? sambungnya.

Ditanya soal kemungkinan pelanggaran terjadi pada mutasi di Mataram, Suwandi mengatakan, belum bisa memastikan. Komisioner bakal membahas seluruh keterangan Sekda Mataram. KASN juga berkomunikasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) membahas keputusan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Mataram.

a�?Kapan keputusannya, nanti setelah ada rapat,a�? imbuhnya tanpa menyebut waktu.

Ditanya soal pengakuan Sekda Mataram HL Makmur Said yang menyebut tidak mengetahui surat edaran mengenai aturan mutasi, Suwandi enggan memberikan jawaban. Ia menegaskan KASN sudah mengambil langkah sesuai pengaduan.

Di bagian lain, keterangan Sekda Mataram HL Makmur Said kepada KASN memicu pergunjingan di kalangan PNS Pemkot Mataram. Sekda yang juga Ketua Baperjakat sebelum menggelar mutasi sudah bertemu dengan komisioner KASN dalam pekan reformasi birokrasi.

Pengakuan tidak mengetahui adanya panitia seleksi (pansel) dianggap plin-plan. a�?Tidak tahu bagaimana. Setelah ada komisioner itu Pak Sekda bilang tidak usah pansel, karena tidak ada promosi eselon II,a�? kata salah satu sumber di Internal Pemkot Mataram yang enggan dikorankan namanya ini.

Ia menambahkan, keterangan sekda mencari aturan setelah didesak wartawan dinilai konyol. Salah satu anggota baperjakat adalah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mataram, yang seharusnya menguasai soal kepegawaian. a�?Kecuali kalau memang pura-pura tidak tahu. Supaya penjelasan ke KASN bisa selamat,a�? sambungnya.

Ditambahkan, justru keterangan disampaikan sekda kian menguatkan dugaan mutasi mengedepankan kedekatan. Daftar urut kepangkatan (DUK) tidak menjadi acuan Baperjakat Mataram. a�?Tidak usah capek-capek kerja. Pokoknya dekat Pak Sekda cepat naik,a�? kelakarnya.
Seperti diketahui dalam keterangan pada komisioner KASN, Sekda Mataram HL Makmur Said mengatakan, tidak berpikir ada keharusan adanya pansel, karena belum ada Perppu.

Setelah didesak wartawan akhirnya download aturan. Baik SE Menpan dan RB maupun Permenpan dan RB. Padahal penjelasan komisioner KASN Dr Nuraida di Mataram tegas mengatakan, promosi eselon II tidak perlu menunggu perppu. Sudah ada Permenpan dan RB Nomor 13 Tahun 2013 mengatur adanya pansel.(feb/r8)

Berita Lainnya

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post