Lombok Post
Praya

Sekolah Diminta Jangan Latah

MEMPRIHATINKAN: Kondisi bangunan sekolah MI dan TK Yayasan Darul Ulum, Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi memprihatinkan.

* Hanya Rehab Bangunan Saja

PRAYA – Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Tengah H Sumum, meminta seluruh Sekolah Dasar (SD) tidak latah. Dalam arti, berlomba menunjukkan keberhasilan secara fisik semata. Namun, abai prestasi siswa.

Kondisi itu, diakui Sumum terjadi di sekolah di Loteng. Dia mencontohkan, ada salah satu sekolah yang melakukan rehab hingga bangunannya pun mewah. Seiring waktu, sekolah lain mengikuti. Hingga, mereka berlomba-lomba mengajukan proposal dana pembangunan sekolah. Parahnya lagi, menggunakan anggaran yang tidak sesuai peruntukannya. a�?Melalui kesempatan ini, saya minta tolong dan imbau kepada seluruh SD di Loteng agar tidak latah. Jangan ikut-ikutan saja,a�? tegas Sumum, kamis (26/3).

Latah yang baik, harusnya mengejar prestasi siswa. Bukan diukur dengan fisik. a�?Pola pikir seperti ini yang perlu kita ubah. Ini yang sedang dijalankan,a�? ujar pria berkumis tebal tersebut. Kendati butuhkan waktu lama dan sulit. Tapi, ia yakin pada saat ini Loteng bisa bersaing secara kualitas. Bukan fisik atau kuantitas.

Untuk itu, Sumum menegaskan agar penyelenggara pendidikan, tetap kedepankan tugas sebagaimana yang diamanahkan dinas maupun UPT masing-masing kecamatan. a�?Jadi, untuk urusan pembangunan sarana sekolah jangan mengeluh saja. Ingat, diluar sana, ada sebagian daerah yang tidak layak bangunan sekolahnya. Tapi, hasilkan output luar biasa,a�? kata Sumum.

Begitu pula pada pola pikir tenaga pengajar. Sumum melihat, guru ketika masuk ruang kelas, terkadang menganggap diri telah memenuhi tugas dan tanggungjawab sebagai guru. Namun, faktanya tidak demikian. Tugas guru adalah, memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik, pemahaman dan pendidikan. a�?Seruan saya, mari kita ubah ke yang lebih baik dan itu di dalam diri kita sendiri masing-masing. Kalau tidak sekarang, kapan lagi ,a�? kata Sumum.(dss/r11)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost