Lombok Post
Metropolis

Aneh! Haji Khusus Tak Lapor Kanwil

0-Maad

* Rentan Ada Penyelewengan Kuota

MATARAM – Otoritas haji daerah Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB buta sama sekali soal jamaah haji khusus asal NTB. Rupanya, biro perjalanan haji khusus yang kerap disebut ONH Plus, tidak melaporkan apapun kada Kanwil Kemenang. Akibatnya, tak diketahui berapa banyak yang berhak berangkat tahun ini.

a�?Sama sekali tidak terpantau oleh kita. Biro perjalanan tidak mau terbuka,a�? kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag NTB H Maad Umar, kemarin (5/4).

Itu sebabnya, Maad tak mengetahui berapa jamaah haji khusus yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) khusus asal NTB, dan berapa yang belum. Hingga pekan lalu, dari total 12.831 jamaah haji khusus yang berhak melunasi BPIH seluruh Indonesia, tercatat 9.983 jamaah di antaranya sudah melunasi.

Tidak seperti BPIH haji regular yang ditetapkan pemerintah, biaya haji khusus berbeda-beda, tergantung paket yang ditawarkan biro penyelenggara yang wajib mengantongi izin Kemenag.

Namun, Menteri Agama menetapkan BPIH haji khusus tahun ini paling sedikit 8.000 Dollar AS. Jumlah ini setara Rp 104 juta jika nilai tukar Rp 13.000 per dollar AS. Jumlah yang jauh di atas BPIH reguler tahun lalu yang hanya 3.219 Dollar AS atau setara Rp 41,847 juta.

Kata Maad, pihaknya khawatir. Sebab, langkah biro perjalanan haji khusus yang tidak mau terbuka, rentan menimbulkan penyelewangan. Misalnya, jamaah haji khusus yang seharusnya berangkat pada tahun tersebut malah tidak diberitahukan oleh biro perjalanan haji dan umroh terkait.

Kekhawatiran Maad bukan tanpa alasan. Tahun lalu, Badan Pemeriksa Keuangan misalnya menemukan ada empat jamaah haji khusus yang seharusnya berangkat, namun ternyata tidak berangkat. BPK menemukan dua kemungkinan. Jamaah tersebut tidak mampu melunasi, atau jatahnya dialihkan ke jamaah lain. a�?Ini yang kita tidak inginkan. Jangan sampai terjadi,a�? tandas Maad.

Lagi pula, lanjut dia, tak akan ada rugi apapun bagi para penyelenggara haji khusus ketika mereka menyampaikan laporan ke pihaknya. Langkah itu juga akan memberi jaminan penyelenggaraan haji yang kian sehat.

Dalam praktik selama ini, Maad menjelaskan, penyelenggara haji khusus langsung berhubungan dengan Kemenag RI di pusat. Sementara di daerah, yang ada kerap cabang biro penyelenggara saja.

Sepengetahuan Maad, tak semua biro perjalanan haji dan umroh penyelenggara haji khusus di NTB adalah cabang resmi dari biro perjalanan serupa di pusat. Seingat dia, baru hanya satu biro perjalanan yang merupakan cabang resmi. (kus/r9)

Berita Lainnya

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost

Pecahkan Rekor Nasional Berusia 10 Tahun, Zohri Raih Medali Perak Kejuaraan Asia di Qatar

Redaksi LombokPost

Petugas Kaget, Surat Suara Capres Kosong

Redaksi Lombok Post

Berhenti Saling Bully! Yang Menang Jangan Sombong

Redaksi Lombok Post

Pemilu di NTB Aman tapi Belepotan

Redaksi Lombok Post

Jangan Buang Sampah di Sungai Lagi!

Redaksi LombokPost

Cerita Indah Suprabawati Kusumanegara ketika Menjadi Duta LIA

Redaksi LombokPost