Lombok Post
NASIONAL

Pelototi Distribusi Naskah Soal

ujian nasional
ujian nasional

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak ingin kecolongan dalam proses pendistribusian naskah ujian nasional (UN) 2015. Kemarin mereka mengumpulkan Dinas Pendidikan seluruh Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini di lapangan.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengakui, proses pendistribusian naskah UN dari provinsi menuju kabupaten/kota harus dipantau dengan serius. “Di antaranya melalui forum rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Pendidikan se-Indonesia hari ini (kemarin, red),” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut Nizam tantangan pendistribusian naskah UN dari tingkat provinsi menuju kabupaten/kota, lebih besar ketimbang dari percetakan menuju provinsi. Alasannya, titik sebaran penyimpanan naskah jauh lebih banyak di tingkat kabupaten/kota. “Dari laporan masing-masing Dinas Pendidikan, alhamdulillah perjalanan naskah ujian menuju kabupaten dan kota berjalan sesuai jadwal,” katanya.

Kemendikbud berharap dalam beberapa hari ke depan, semua naskah UN sudah masuk di seluruh kabupaten/kota. Sehingga, naskah UN bisa disebar lagi ke tingkat rayon, kemudian diambil oleh panitia tingkat sekolah atau satuan pendidikan.

Nizam juga menjelaskan, kemarin Kemendikbud menggelar pertemuan dengan jajaran kampus yang bertugas memindai lembar jawaban komputer (LJK). Koordinasi ini dilakukan supaya kampus bisa menjalankan pemindaian sesuai waktu yang ditetapkan. Untuk mempercepat proses pemindaian, Kemendikbud membentuk 48 koordinator. Dengan memperbanyak titik pemindaian ini, diharapkan proses pemindaian berjalan secepatnya.

Paling lambat 2 Mei hasil pemindaian harus diserahkan ke panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN) 2015. Tujuannya supaya nilai UN bisa dipakai PTN sebagai salah satu pertimbangan diterima SNM PTN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Furqon menambahkan, ada empat daerah yang hingga kini masih belum menerima soal. Empat daerah tersebut meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Jogjakarta.

Menurutnya, naskah UN untuk keempat wilayah tersebut masih berada di gudang pihak percetakan. Tetapi bukan karena ada masalah. “Ini permintaan dari mereka sendiri. Faktor keamanan mungkin,” ungkapnya saat ditemui di kompleks Senayan Jakarta, kemarin (6/4).

Furqon menyatakan hal itu sah saja, terlebih lokasi keempat wilayah itu masih mudah dijangkau untuk proses pendistribusian. Yang penting, kata dia, naskah bisa sampai tepat waktu sebelum ujian dilaksanakan. “Pokoknya soal hari H sudah harus ada,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi adanya kebocoran atau tindak kecurangan lain, pihak Kemendikbud akan langsung menerjunkan tim investigasi. Tim ini bertugas melakukan penyelidikan dan mengawasi penyebaran soal yang dilakukan ke daerah-daerah. (wan/mia/end/r3)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post