Lombok Post
NASIONAL

Pengejaran Kelompok Teror Bakal Lebih Mudah

Densus 88

JAKARTA – Tewas terduga teroris Daeng Karo kemungkinan akan memudahkan Densus 88 Mabes Polri mengejar kelompok teror Santoso cs. Karena Daeng Karo inilah yang menjadi dedengkot dari kelompok tersebut. Bahkan, Daeng menjadi salah satu orang yang mengajari Santoso cara bertempur.

Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Rikwanto menjelaskan, kendati Santoso belum tertangkap, namun dengan meninggalkan Daeng dalam baku tembak, akan memengaruhi kelompok teror tersebut. “Mau tidak mau akan semakin melemah,” ujarnya.

Daeng diketahui memiliki kemampuan tempur, strategi, dan keahlian tertentu. Bahkan, dialah yang melatih Santoso hingga bisa menjadi pemimpin. “Daeng ini bisa dibilang melatih para pengikut Santoso,” terangnya.

Soal kepastian lelaki yang tewas tertembak itu merupakan Daeng, dia mengatakan tes DNA masih dilakukan dan belum ada hasilnya. Namun, ada petunjuk dari istri Daeng yang memastikan jenazah itu merupakan suaminya. “Setelah melihat jenazah, istrinya yakin itu suaminya,” jelasnya.

Terpisah, saat dihubungi kemarin, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Idham Azis mengatakan, kemungkinan besar jenazah tersebut merupakan Daeng. “Namun demikian, DNA tetap diambil dan dicek,” tegasnya.

Menurutnya, Daeng merupakan salah satu pelaku utama dalam berbagai teror yang dilakukan kelompok Santoso cs. Bahkan, Daeng ini merupakan pemimpin dan komandan kelompok tersebut. “Ya dia ini yang berperan,” jelasnya.

Untuk pengejaran terhadap kelompok tersebut masih terus dilakukan. Namun, belum ada kemajuan berarti, seperti kembali menyergap kelompok teror. “Masih berusaha mengejar saja,” paparnya.

Rikwanto menambahkan, sebenarnya ada tiga orang terduga teroris yang tewas tertembak. Tiga itu Daeng, terduga teroris pembawa bom lontong dan ada satu lagi yang tewas ditembak seorang kapolsek. “Namun, untuk yang ketiga ini masih dalam pendalaman, siapa dan apa perannya. Belum bisa disebutkan secara detail,” jelasnya.

Sementara Tim Ahli BNPT Wawan Hari Purwanto mengatakan, jaringan kelompok teror di Indonesia saat ini sebagian besar terafiliasi dengan ISIS. Dengan itu, langkah Polri lebih gencar untuk mengejar kelompok teror tentu sangat tepat. “Jangan sampai kelompok teror itu berkembang pesat,” ujarnya.

Yang paling utama, untuk mencegah kemungkinan ISIS dan kelompok teror saling mendukung. Dia mengatakan, selama ini masih terkonsentrasi mengirim orang ke ISIS. Tapi, bisa jadi suatu saat mulai melakukan visi lainnya. “Hal ini perlu diantisipasi,” jelasnya. (idr/r3)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post