Kriminal

Polisi-Jaksa Masih Koordinasi

F-TES

MATARAM – Polisi belum menetapkanA� oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemprov NTB sebagai tersangka, pada kasus dugaan penipuan seleksi CPNS Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tahun 2010.

Aparat mengaku belum menemukan unsur pidana atas kasus yang dilaporkan korban bernama Ahyar tersebut. Untuk itu, polisi masih melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan. a�?Berkasnya sudah kita kirim ke kejaksaan dan sekarang masih koordinasi,a�? kata Kapolsek Ampenan Kompol Arief Yuswanto kepada Lombok Post di ruang kerjanya, Senin (6/4).

Tidak menutup kemungkinan, kasus itu justru akan mengarah ke perdata. Pasalnya, unsur penipuan dinilai penyidik masih tipis. Justru dari keterangan saksi, ditemukan unsur utang piutang yang melatarbelakangi kasus tersebut. a�?Korban dulu pernah berhutang kepada oknum yang dilaporkan. Uang itu pun dianggap sebagai bagian dari upaya pelunasannya,a�? terang Arief.

Jika indikasi utang piutang terbukti, maka unsur pidana dianggap tipis. Meski demikian, polisi mengaku masih terus menggali alat bukti lain pada kasus tersebut. a�?Kita sudah memeriksa empat ornag saksi, kedepannya masih akan diperiksa beberapa orang lagi,a�? jelasnya.

Diketahui, kasus penipuan tersebut dilaporkan Ahyar karena mengaku telah menyetorkan uang tunai sebesar Rp 138 juta kepada oknum PNS bersangkutan. Pengakuannya, oknum tersebut menjanjikan dirinya untuk lolos seleksi CPNS. Namun, setelah uang diterima yang bersangkutan, janji tersebut tak kunjung ditepati. (uki/r8)

Related posts

Polisi Antisipasi Penyeludupan Dari Sulawesi

Redaksi Lombok post

Kasus Aniaya Anak Tiri Berujung Damai

Iklan Lombok Post

Motor Hakim PN Mataram Digondol Maling

Redaksi Lombok Post

Leave a Comment