Lombok Post
Praya

SMPN 5 Praya Optimalkan Kualitas

Ujian Nasional
ilustrasi siswa sedang melakukan Ujian nasional

* Sekarang Tambah Rombel
A�A� A�
PRAYA – Keinginan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Tengah langsung ditangkap sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Praya. Salah satunya SMPN 5 Praya. Mereka mengedepankan kualitas output pelajarnya. Tercatat, dua tahun terakhir ini mereka sukses meluluskan siswanya 100 persen.

a�?Alhamdulillah, ini semua berkat kerja sama semua pihak. Khususnya, para guru yang giat memberikan ilmu pengetahuannya kepada anak didik kami,a�? kata Kepala Sekolah SMPN 5 Praya Lale Ratnita, senin (6/4).

Dikatakan Lale, untuk meningkatkan kualitas siswa, pihaknya mengedepankan sistem pembelajaran simultan. Setiap jam pelajaran yang kosong tetap diisi dengan aktifitas positif. Seperti memanfaatkan perpustakaan dan laboratorium. Di tempat itu, mereka diwajibkan untuk belajar secara mandiri.

Sebaliknya, jika jam pelajaran terisi, tambah Lale, para guru diwajibkan menyampaikan ilmu pengetahuan dengan benar sesuai standar kurikulum yang ada. Dia tidak ingin, tenaga pengajar bersangkutan hanya memenuhi tanggungjawabnya masuk kelas. Namun, mengabaikan peningkatan kualitas siswanya masing-masing.

Untuk itu, pihaknya menerapkan sistem pengawasan dan pengendalian internal terhadap tenaga pengajar. Dengan harapan, mereka sungguh-sungguh menerapkan pendidikan. a�?Jumlah tenaga pengajar dan pegawai TU kami sebanyak 38 orang. Terdiri atas negeri dan swasta,a�? kata Lale.

Seiring perkembangan waktu, tambah Lale, kuantitas pendidikan pun mulai meningkat. Di tandai penambangan jumlah ruang belajar (rombel) sebanyak 12 rombel. a�?Alhamdulillah, dengan anggaran seadanya, kami juga berupaya menambah ruang belajar, fasilitas, sarana pendukung lainnya,a�? ujar Lale.

Sebelumnya, lanjut Lale, rombel yang dimiliki SMPN 5 Praya tidak mencukupi. Sehingga, pihaknya menggunakan sistem skat di beberapa ruangan. Termasuk, memanfaatkan ruang laboratorium dan ruangan lainnya. a�?Sekarang sistem itu sudah tidak dipakai lagi. Karena, lingkungan sekolah kita tata dengan baik, sesuai fungsi masing-masing,a�? katanya.(dss/r11)

Berita Lainnya

ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost

Suhaili Tagih Komitmen Pusat

Redaksi LombokPost

Loteng Kembali Raih WTP?

Redaksi LombokPost

2.500 Sertifikat Gratis Dibagikan

Redaksi LombokPost

Segel Kantor Desa Lajut Dibuka

Redaksi LombokPost