Lombok Post
Giri Menang

Sudah Berhemat, Tapi Tetap Bayar Tinggi

H Ahmad Zainuri

* DPRD Soroti Tagihan PJU

GIRI MENANG – Pembayaran tagihan penerangan jalan umum (PJU) Lombok Barat yang terus membengkak menuai pertanyaan. Kalangan dewan merasa heran dengan kenaikan tersebut, karena pemkab telah melakukan penghematan.

Anggota DPRD Lobar H Ahmad Zainuri meminta Kejaksaan, Kepolisian bahkan KPK turun tangan menyelidiki tagihan PJU. Ia juga meminta lembaga auditor BPK melakukan pemeriksaan terhadap administrasi PLN.

a�?Tagihan PJU tiap bulan capai Rp 1,9 miliar lebih. Ini sangat mengherankan karena pemkab telah berbenah dengan melakukan penghematan,” kata Zainuri, Senin (6/4).

Bentuk penghematan yang dilakukan pemkab, lanjut dia, dengan melakukan meterisasi. Selain itu, bola lampu dari mercury 250 watt diubah menjadi LED dengan kapasitas 150 watt.

Menurut Zainuri, perubahan itu seharusnya mengurangi biaya penagihan. Namun, ternyata tidak memengaruhi biaya penagihan. a�?Tidak ada perubahan, padahal kita sudah mengurangi,a�? jelasnya.

Jika penagihan terus membengkak, tidak menutup kemungkinan anggaran pemkab akan terkuras untuk pembayaran PJU saja. Sementara, PLN yang diberikan kewenangan untuk memungut pajak penerangan jalan (PPJ) memberikan kontribusi yang minim. Bahkan, tiap bulannya pemkab harus menanggulangi kekurangan PPJ dari APBD. a�?Persoalan ini tidak bisa dibiarkan,a�? tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota, Pertamanan, dan Kebersihan (TKPK) Lobar HL Winengan mengapresiasi kepedulian dewan terhadap tagihan PJU. Ia menjelaskan, masukan dewan sangat berarti untuk memperbaiki penagihan PJU ini.
a�?Kalau dewan tidak rela bayar mahal, saya tambah tidak rela,a�? tegasnya.

Tagihan PJU belakangan ini terbilang tinggi. Bulan Februari, pemkab harus mengelontorkan anggaran hingga Rp 1,920 miliar. Tagihan PJU untuk Maret Rp 1,830 miliar, atau turun sekitar Rp 75 juta. Diperkirakan, tagihan April ini akan turun lagi sekitar Rp 1,7 miliar. a�?Kami urus sedikit demi sedikit. Supaya pembayaran tagihan terus berkurang,a�? katanya.

Guna mengurangi penagihan yang tinggi, pemkab berhasrat melakukan penertiban ID pelanggan. Terutama bagi pelanggan yang tidak menggunakan atau listrik mati. a�?Seperti PJU di Bengkel yang menuju Tanak Beak, kami akan kurangi atau hapus. Karena, kabel PJU di lokasi tersebut telah dicuri,a�? terang dia.

Ke depan, kata Winengan, pihaknya akan merampungkan pemasangan ID pelanggan dan meterisasi. Targetnya, ada empat kecamatan yakni Labuapi, Narmada, Lingsar, dan Gunungsari yang dituntaskan pemasangan ID dan meterisasi.A�a�?Kami targetkan bulan Juli. Kalau itu sudah tuntas, tagihan PJU Agustus bisa turun ke angka Rp 1,2 miliar,a�? katanya.

Untuk 2016, Winengan membeberkan, pihaknya akan menyelesaikan pemasangan ID dan meterisasi pada enam kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Batulayar, Kuripan, Kediri, Gerung, Lembar, dan Sekotong. a�?Langkah itu untuk mengurangi penagihan. Tahun depan, kami targetkan tagihan PJU akan lebih kecil dari PPJ yang dipungut dari pelanggan,a�? ujarnya yakin. (jlo/r6)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost