Lombok Post
Metropolis

Pak Kadis Jangan Lelet Dong!

AMAN-AMAN SAJA
AMAN-AMAN SAJA: Hingga kemarin, pondasi bangunan di Sungai Brenyok ini belum belum dibongkar meski jelas-jelas melanggar aturan.

MATARAM – Bangunan di Sungai Brenyok, Karang Pule sudah berlangsung lama. Hingga kini belum ada langkah pasti dari Pemkot Mataram. Padahal, selain mempersempit badan sungai, bangunan itu kerap memicu banjir.

a�?Pelan-pelan akan dieksekusi. Sekarang ditegur dulu sampai tiga kali, tidak diindahkan? Ya dibongkar,a�? kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mataram H Mahmuddin Tura, selasa (7/4).

Dijelaskan, kondisi di Sungai Brenyok cukup memprihatinkan. Banyak bangunan mengambil badan sungai. Dengan menegur bangunan yang sudah ada, diharapkan memberi efek ke masyarakat. a�?Pengawasannya memang perlu ditingkatkan lagi,a�? sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tata Kota Mataram HL Junaidi mengatakan, ada ketentuan mengatur jarak bangunan dengan badan sungai. Tidak boleh membangun di sempadan sungai. Izin membangunnya tidak bisa sembarangan. a�?Perlu rekomendasi Balai Wilayah Sungai (BWS),a�? katanya.

Menyikapi bangunan di badan sungai, lanjutnya, ranah dari Dinas PU. Pihaknya sebatas pada pengawasan. Tidak pernah ada izin dikeluarkan untuk bangunan di sempadan sungai. a�?Tegas, harus diminta mundur memang,a�? cetusnya.

Mantan Inspektur Mataram ini menambahkan, penegakan bangunan di sempadan sungai membuat dilema. Pasalnya, pemerintah harus berhadapan langsung dengan masyarakat. a�?Masyarakat harus mengerti bangunan mereka salah. Jadi jangan dilanggar lagi,a�? tukasnya.(feb/r8)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost