Lombok Post
Politika

Akhirnya, Bawaslu Lantik 21 Panwaslu

M Khuwailid

*Tapi Kok Didominasi Wajah Lama

MATARAM – Setelah mengendap sekian lama, Bawaslu NTB akhirnya menetapkan dan melantik 21 Panwaslu untuk tujuh Kabupaten/Kota yang melaksanakan pilkada. Pelantikan dilakukan di Narmada Convention Hall Mataram, kemarin (14/4).

Pengambilan sumpah anggota panwaslu ini dipimpin Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid. a�?Kami memilih orang secara objektif melalui mekanisme yang panjang. Kami berharap benar-benar bekerja professional,a�? kata Khuwailid saat memberikan sambutan.

Menurutnya, dari 21 anggota panwaslu kabupaten/kota rata-rata merupakan orang-orang pilihan dan sudah berpengalaman. Bahkan diakui, sebagian merupakan wajah lama. Panwaslu dituntut tidak mudah tergoda atas iming-iming dari siapapun apalagi memihak terhadap kepentingan tertentu. a�?Kami mengimbau anggota Panwaslu yang baru dilantik untuk memahami makna sumpah yang baru dibacakan. Pemilu 2015 ini membutuhkan ketelitian, keseriusan, dan harus benar-benar konsisten,a�? tandas dia.

Sejumlah wajah lama yang dilantik di antaranya, Srino Mahyarudin, Ruslan, dan Dewi Asmawardani untuk Panwaslu Mataram. Ada juga nama Adi Purmanto dan Andi Nursahbandi untuk Lombok Utara, termasuk juga di Sumbawa Barat ada nama Gufron, Sumbawa Syamsi Hidayat dan Mahyuddin. Sedangkan di Kabupaten Bima terdapat nama Junaidin dan Abdullah dan di Kabupaten Dompu adalah Arif Rachman.
Sementara itu, Sekjen Bawaslu RI Gunawan Suswantoro mengkritisi perlu adanya penandatanganan fakta integritas anggota Panwaslu. Banyak persoalan yang akan dihadapi nanti.

Gunawan menegaskan anggota panwaslu harus benar-benar mampu membaca perkembangan politik baik skala lokal maupun nasional. Lagipula, pemilu kepala daerah harus dikawal semaksimal mungkin agar menghasilkan kualitas pemilu yang baik. a�?Seharusnya ada penandatanganan fakta integritas kepada panwaslu,a�? kata dia.

Menyangkut pengawasan, Gunawan mendorong anggota panwaslu juga mampu mengajak masyarakat berpartisipasi mengawasi pelaksanaan pilkada. Partisipasi masyarakat itu dinilai akan meningkatkan partisipasi pemilu. Artinya, pada tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara, masyarakat benar-benar akan mengikutinya hingga akhir. (tan/r9)

Berita Lainnya

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost

Sama-sama Rasakan ”Efek Ekor Jas

Redaksi LombokPost

Hari Pertama, Fokus Tes Kesehatan Fisik

Redaksi LombokPost

KPU Akan Tambah Personel PPK

Redaksi LombokPost

Hasil Tes Psikologi Diserahkan ke Timsel

Redaksi LombokPost

Hari Ini Tes Psikologi Terakhir

Redaksi LombokPost