Lombok Post
Praya

Pengendara yang Tertib Berlalu Lintas Dapat Batu Akik

Boks
BONUS BATU AKIK: Inilah cicin batu akik yang dibagikan untuk pengendara yang tertib berlalu lintas di Lombok Tengah.

* Dari Operasi Simpatik Satlantas Polres Lombok Tengah

Satlantas Polres Lombok Tengah punya cara unik mengajak pengendara tertib berlalu lintas. Saat menggelar Operasi Simpatik, mereka menyiapkan batu akik untuk masyarakat yang taat aturan.

***

ADA – ada saja cara dan strategi yang dilakukan Satlantas Polres Loteng dalam meningkatkan kesadaran warga tertib berlalu lintas. Bukannya membagi setangkai bunga atau buah tangan lain seperti yang banyak dilakukan. Tapi,A� kali ini mereka menyiapkan batu akik.

Setiap anggota Satlantas diharuskan memberikan satu batu akik berbagai jenis, yang dibaluri berbagai keunikan gagang cincin. Ini akan diberikan kepada pengendara roda dua yang ditemukan tertib berlalu lintas. Bentuknya yaitu mereka menggunakan helm SNI, kaca spion kiri dan kanan lengkap, rem tidak blong, pintil ban, dan sebagainya.

Kemudian, dilengkapi dokumen kendaraan berupa SIM dan STNK. Tidak itu saja, mereka juga taat kepada aturan perundang-undangan lalu lintas. Caranya, tidak mendahului kendaraan di depan saat suasana padat merayap dan mematuhi rambu lalu lintas. Khususnya lagi lampu merah.

Untuk mengetahui itu semua, anggota Satlantas diterjunkan di setiap titik area tertib berlalu lintas. Selanjutnya, mereka saling berkoordinasi di tempat yang sudah ditentukan untuk dilaksanakan gelar operasi simpatik. Kegiatan itu pun mulai dibuka hari ini (Selasa, 14/4).

Puluhan batu akik sudah disiapkan Satlantas. Buah tangan yang akhir-akhir ini menjadi tren digunakan masyarakat itu menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, banyak keunikan batu akik yang disuguhkan Satlantas.

Pendekatan itu membuat pengendara antusias untuk tertib berlalu lintas. Namun, Satlantas Polres Loteng menekankan praktek tertib berlalu lintas itu bukan dilakukan satu atau dua hari tapi untuk selama-lamanya. Di mana pun dan kapan pun.

Mereka itu pun diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengendara lain. “Ini luar biasa yang dilakukan Satlantas Polres Loteng. Berbagai macam cara kami diingatkan untuk tertib berlalu lintas. Terima kasih Satlantas,” ujar sejumlah pengendara yang terjaring razia dan mendapatkan hadiah batu akik.

Mereka sadar, apa yang ditegakkan kepolisian itu semata-mata untuk kepentingan masyarakat sendiri. Khususnya, menyangkut keselamatan. Kalau tidak menggunakan helm, maka akan terjadi benturan di kepala yang berakibat fatal bagi pengendara saat mengalami kecelakaan. Sehingga, helm sangat melindungi. Begitu pula urusan kelengkapan lainnya.

Untuk memberi buah tangan batu akik itu juga, Satlantas tidak membedakan pengendara laki-laki maupun perempuan. Mereka tetap mendapatkan hak yang sama. Hal itu yang membuat sebagian dari mereka ada yang tersenyum malu, senang dan gembira, hingga terpaksa merenung karena kendaraannya ditilang.

Bagi yang merenung itu, tentu punya dasar karena mereka tidak tertib berlalu lintas. Satlantas pun berkali-kali melakukan sosialisasi, pendidikan dan pelatihan tentang tertib berlalu lintas, baik melalui media, gelar razia, hingga mendatangi sekolah, pasar dan beberapa instansi lainnya.

Tujuannya satu, mereka tertib berlalu lintas. Jika tidak, maka mau tidak mau, suka tidak suka kendaraannya pun terpaksa diangkut. Untuk mengambilnya, membutuhkan waktu cukup lama dengan syarat ketat. “Sekarang tinggal pilih saja, mau tertib berlalu lintas atau tidak. Semoga dengan cara membagi batu akik ini pengendara mulai sadar,” ujar Kasatlantas Polres Loteng Lalu Iptu Ryan Aditya, saat memimpin pasukan gelar Operasi Simpatik.

Kegiatan itu dilaksanakan tepat pukul 06.00 Wita atau saat jam anak-anak sekolah dan para pegawai berangkat kesekolah dan kantor. Kegiatan itu juga dilaksanakan pada siang, sore hingga malam. “Mari kita berlomba-lomba menuju tertib berlalu lintas,” kata pria berkacamata tersebut.(Dedi Shopan Shopian/Lombok Tengah)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost