Lombok Post
Tanjung

Pusat Setengah Hati Terapkan Aturan

TIDAKBEDA
TIDAK BEDA: Tidak hanya Bali yang menjadi kawasan pariwisata, Lombok Utara juga memiliki kawasan pariwisata.

* Jika Bali Bisa, Lombok Utara Juga Bisa

TANJUNG – Pemkab Lombok Utara segera mengeluarkan surat edaran terkait pemberlakuan Permendag tentang Penjualan minuman beralkohol (Minol). a�?Termasuk ke kawasan tiga gili,a�? ujar Kabag Hukum Setda Lombok Utara Raden Eka Asmarahadi, selasa (14/4).

Surat edaran ini berlaku hingga nanti Perda Minol yang baru saja dimiliki Lombok Utara direvisi menyesuaikan Permendag.A� Menurut Raden, perda yang dibuat Lombok Utara sebelumnya untuk menekan minol yang beredar ilegal. Dan sekarang dipertegas kembali dengan Permendag.

a�?Jadi apapun alasannya tetap harus ditertibkan sesuai aturan,a�? katanya. Namun Raden menyayangkan sikap pemerintah pusat yang melunak setelah mendapat desakan dari kalangan pariwisata di Bali. Hasilnya, akan mengkaji kembali Permendag untuk wilayah Bali yang dikenal sebagai kawasan pariwisata.

a�?Kenapa hanya Bali yang akan dikaji kembali. Apa cuma Bali yang jadi kawasan wisata. Kalau begini pusat setengah hati,a�? tandasnya.

Lebih lanjut, Raden jika nanti memang Bali diperbolehkan tidak menuruti Permendag, seharusnya pusat juga mencantumkan pengecualian terhadap kawasan wisata di dalam Permendag.

a�?Memang Bali belum pasti dapat pengecualian. Tetapi jika memang Bali mendapat pengecualian, kita juga akan upayakan Lombok Utara. Jangan sampai dalam peraturan ada daerah yang diistimewakan,a�? tegasnya.

Tetapi sebagai daerah yang taat aturan, Lombok Utara akan mengikuti aturan yang sudah dikeluarkan pusat. Namun daerah masih berharap ada perubahan. Pasalnya, Lombok Utara saat ini sangat mengandalkan sektor pariwisata khususnya di tiga gili.

Selain itu, Raden juga mengatakan pemkab nantinya juga akan mengatur kembali peredaran minol tradisional. Secara umum pengaturan minol tradisional sudah ada di perda yang dimiliki Lombok Utara. a�?Nanti kita atur lagi melibatkan tokoh agama dan tokoh adat,a�? tuturnya. (puj/r11)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost