Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Kalau Bersih, Kenapa Risih

Narkoba
Ilustrasi Sabu sabu/foto: jpnn.com

* Sabu di Lapas Harus Dibongkar

KOTA BIMA – Narkoba yangA� ditemukan dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bima beberapa waktu lalu belum bertuan. Sat Reskrim Polres Bima Kota sulit mengungkap kasus itu lantaran pegawai Lapas Bima tidak kooperatif.
a�Z
pegawai Lapas Bima memberikan keterangan kepada Sat Narkoba Polres Bima Kota. Sekitar 5 orang pegawai Lapas Bima itu dimintai keterangan untuk menjelaskan penemuan 20 paket sabu itu.

Rupanya pertanyaan yang diajukan pihak Sat Narkoba itu membuat pegawai lapas kebingungan. Mereka saling lempar soal siapa, lokasi dan kamar penemuanA� barang haram tersebut.

Karena itu, Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP H Taufik menyemprot petugas Lapas Bima dengan mengatakan tidak kooperatif. Pihaknya sejak Senin (13/4) lalu sampai malam Rabu kemarin menunggu pegawai lapas untuk dimintai keterangan. Tetapi tidak juga ada yang hadir.A� Dibilang tidak kooperatifA� petugas lapas gerah. Mereka mencak-mencak. Mereka pun batal memberikanA� keterangan.

a�?Jangan dibilang begitu dong. Tolong dipikirkan kita ini sudah berusaha mengungkap barang-barang ini dalam Lapas,a��a�� teriak salah seorang pertugas Lapas Bima sambil berdiri. a�?Kami tersinggung dengan ucapan ini. Tolong beretika,a��a�� sergahnya sambil membubarkan diri.

Untung saja, sikap pegawai lapas itu tidak dilayani anggota Sat Narkoba. Penyidik Narkoba malah meminta mereka untuk tenang dan melanjutakan proses itu. Tetapi tidak digubris oleh para petugas Lapas, dan mereka memilih bubar.

Salah seorang petugas Lapas Bima yang hendak diwawancarai Radar Tambora (Lombok Post Group), tidak ingin berkomentar. Dia malah diam dan segera naik ke atas mobil dinas yang tumpanginya.

Sementara Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP H Taufik yang dimintai komentarnya membenarkan insiden itu. Dia mengaku, masalah tersebut hanyalah miskomunikasi antara dia dan pegawai Lapas Bima.

a�?a��Saya bilang mereka tidak kooperatif. Karena sudah beberapa kali kami konfirmasi dan menunggu mereka untuk dimintai keterangan. Tetapi baru sekarang mereka datang,a��a�� ungkapnya.

Diakui Taufik,A� setelah penemuan barang haram itu, sejak Senin (13/4) hingga kemarin pihaknya menunggu petugas Lapas. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Lapas Bima untuk dimintai keterangan. a�?a��Tetapi mereka beralasan lepas piket,a��a�� sebutnya.

Selain itu, dia juga menanyakan kronologis penemuan 20 poket sabu-sabu itu. Mereka malah saling lempar dan terkesan berbelit-belit. a�?a��Karena itu saya bilang mereka tidak kooperatif,a��a�� ujarnya.

Taufik mengaku, akan mengeluarkan surat pemanggilan kepada petugas Lapas Bima. Sehingga bisa diproses untuk mempertanggungjawabkan penemuan 20 paket sabut-sabu itu.

a�?Kami akan keluarkan surat pemanggilan. Barang itu tidak bisa dilimpahkan begitu saja. Tetapi harus cari tahu siapa pemiliknya,a��a�� pungkas Taufik. (dam/r7)A�A�

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost