Lombok Post
Headline Kriminal

Kalau Serius, Hasilnya Pasti Bagus

Bea Cukai
MUSNAHKAN: Sejumlah petinggi daerah secara simbolis membakar barang bukti hasil sitaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, tipe Madya Pabean C Mataram, kemarin.

* Ratusan BB Sitaan Bea Cukai Dimusnahkan

MATARAM – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, tipe Madya Pabean C Mataram, berhasil cegah peredaran Barang Kena Cukai (BKC). Barang-barang itu kemudian dimusnahkan di halaman kantor Bea Cukai NTB, rabu (15/4).

Turut dalam pemusnahan barang-barang tersebut, yakni Dirjen Bea dan Cukai Kantor Wilayah Bali, NTB, NTT Syarif Hidayat, Danrem 162 Wira Bhakti, Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede, Kapolda NTB yang mewakili, Kajati NTB, Kajari Mataram, dan beberapa instansi lainnya.

Pencegahan peredaran barang ilegal tersebut adalah keberhasilan dalam kurun waktu dari Juli sampai Desember 2014. “Berbagai merk produk yang kita musnahkan ini tidak memenuhi ketentuan perundangan,” ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Pabean Mataram, Jamin.

Adapun barang-tersebut disita di beberapa tempat dan instansi seperti di kantor Pos dan juga ditemukan di Bandara Internasional Lombok (BIL). Rincian barang yang berhasil disita di dominasi Sigaret Kretek Mesin (SKM). Adapun barang lainnya juga beragam.

Rinciannya, untuk SKM ada 49.566 bungkus berbagai merk. Seperti Maxx, Inno, Canyon, Bintang dan Brand Djati. Dengan perkiraan nilai BKC-nya mencapai Rp 500 juta lebih.

Ada juga barang impor yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor serta tidak memenuhi persyaratan dari instansi teknis terkait. Diantaranya, sex toys ada satu unit, cerutu sembilan bungkus, tembakau iris tiga bungkus, bibit tanaman dan sayuran 51 bungkus, obat-obatan delapan bungkus, Handphone merk Samsung satu unit, Air Soft Gun satu unit, dan lainnya. “Diantara produk tersebut banyak yang menggunakan pita cukai palsu,” beber Jamin.

Selain dari nilai kerugian BKC, barang itu juga di antaranya tidak sesuai dengan peruntukannya dalam penggunaan pita. Atas pelanggaran tersebut, kata Jamin, potensi kerugian negara dari penerimaan cukai hampir menembus angka Rp 300 juta.

Sementara para pelanggar, mereka dikenakan melanggar hukum tindak pidana dengan hukuman sampai dua tahun penjara.

Sementara Dirjen Bea dan Cukai Kantor Wilayah Bali, NTB, NTT, Syarif Hidayat menyatakan NTB sebagai daerah pariwisata memang dikhawatirkan beredarnya barang-barang melanggar ketentuan. Ia juga mengaku produk hasil dari industri perumahan juga cukup banyak yang melanggar. “Untuk industri perumahan, kita memang kesulitan mendeteksi,” akunya. (cr-deq/r8)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post