Lombok Post
Bima - Dompu

Masa Depan Joki Cilik Harus Dipikirkan

JOKI
TRADISI : Anak-anak usia SD adalah joki dalam setiap pacuan kuda. Perlu dipikirkan sekolah mereka agar kelak setelah pensiun dari joki tidak sekadar bekerja sebagai perawat kuda.

* Sekolah Kerap Terbengkalai

KOTA BIMA – Pacuan kuda memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Kota Bima ke-13 berakhir sukses. Ratusan kuda berpacu tanpa insiden. Ribuan penonton mengalir tanpa keributan sama sekali.

Ketua panitia, Mayor Inf Jalal Saleh mengatakan, pelaksanaan pacuan kuda cukup lancar. Koordinasi yang baik dan keterbukaan informasi mendukung suksesnya kegiatan tersebut. a�?Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan pacuan kuda yang kami selenggarakan,a�? katanya saat menyampaikan laporan pada penutupan.

Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin mengapresasi kinerja panitia. Karena semua berjalan sesuai jadwal dan lancar.A� Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Bima ini tidak menutup secara resmi pacuan kuda tersebut. Namun dia menyerahkan kepada anggota DPR RI, Zulkiflimansyah untuk menutup kegiatan tersebut.

Zulkflimansyah yang ikut menyaksikan pacuan kuda itu menerima apa yang menjadi permintaan HM Qurais. Zulkiflimansyah mengatakan, pacuan kuda dengan joki cilik merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu. a�?Sejak saya kecil, joki pacuan kuda tradisional ini memang anak kecil,a�? bebernya.

Hanya saja apa yang menjadi tradisi tersebut, butuh sedikit pembenahan. Karena fakta selama ini, tidak ada joki cilik yang setelah besar menjadi pejabat. Paling-paling menjadi pemelihara kuda, pemain kuda dan pemilik kuda.

a�?Untuk mengubah itu semua, anak-anak ini perlu didukung dengan pendidikan yang baik,a�? katanya. Untuk mengubah semua itu, lanjutnya, diperlukan kerja bersama. Karena joki cilik ini penerus masa depan bangsa.

Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini sudah mulai menggarap pendidikan bagi joki cilik. Melalui kampusnya, Zulkiflimansyah menerjunkan mahasiswa dan relawan untuk mengajar para joki cilik. Pelajaran diberikan saat mereka istirahat. Diharapkan dengan pelajaran itu, sekolah yang terbengkalai bisa diikuti. a�?Selama ini saya melihat, anak-anak ini kalau malam ada yang main kartu, bukan belajar,a��a�� katanya.

Sementara itu, pada putaran final pacuan kuda di arena panda, kuda a�?Ratu Ayua�? kembali menjadi juara umum untuk kedua kalinya. Kuda milik Mulyono ini berpacu di kelas A dewasa. Bersaing ketat dengan kuda-kuda pacuan lainnya.

Mulyono mengaku sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan kudanya. Karena bukan sekali piala bergilir wali kota dibawa pulang, tapi kali kedua. a�?Saya menargetkan, tahun depan akan membawa pulang lagi piala bergilir ini,a�? pungkasnya. (nk/r7)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara