Lombok Post
Headline Kriminal

Hebat, Polisi Cokok Pemasok Ayam Tiren

AYam
DIAMANKAN: Ayam Tiren (mati) yang diamankan anggota Polsek Narmada dari tangan pemasok berinisial NH warga Desa Grimax, Kecamatan Narmada, Lobar.

GIRI MENANG – Tampaknya masyarakat harus berhati-hati membeli ayam. Daging ayam tiren alias ayam mati mulai beredar di sejumlah pasar.A� Kemarin, Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Narmada membongkar pemasok ayam tiren di Desa Grimax, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Polsek pimpinan Kompol Setia Wijatono berhasil mencokok pemasok berinisial NH asal Grimax di rumahnya. Pelaku diamankan bersama ayam tiren sebanyak 133 ekor.

Penangkapan ini berawal dari kecurigaan anggota Opsnal Polsek Narmada terhadap NH. Belakangan ini, pelaku kerap membawa ayam ke sejumlah pasar di luar Narmada.

Kecurigaan polisi kian bertambah setelah mendapat laporan dari masyarakat. Informasi itu menyebutkan jika NH kerap menjual ayam sudah mati atau tidak disembelih.

a�?Kami dapat informasi, lalu dikembangkan,a�? kata Kapolsek Narmada Kompol Setia Wijatono kepada Koran ini.

Selama dua minggu memantau aktivitas NH, petugas mendapat titik terang. Laporan yang mengindikasi NH memasok ayam tiren kepada penjual di pasar ternyata benar.

Petugas pun bergerak menuju kediaman NH dan meringkusnya sekitar 00.10 Wita. Tidak hanya menangkap NH, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Hasilnya, ditemukan ayam tiren yang sudah diolah.

a�?Di lokasi penggerebekan kami menemukan sebanyak 133 ayam potong dalam keadaan mati dengan kondisiA� masih utuh,a�? ungkap Setia.

Petugas mengamankan pula satu ember daging ayam yang sudah diproses. Seperti ceker ayam , kepala ayam , hati ayam , dan paha ayam. Selain itu, diangkut juga delapan ekor ayam yang sudah digoreng, alat penggorengan besar, keranjang berisi ayam tiren yang sudah digoreng, dan parang.

a�?Saat itu juga kami angkut pelaku bersama barang bukti ke markas (Polsek),a�? kata Mantan Kasat Intelkam Polres Kota Bima ini.

Dari hasil intrograsi sementara, NH mengakui semua perbuatannya. Ayam tiren itu dibeli NH seharga Rp 1.500 per ekor. Kemudian ayam tersebut dijual ke pasar dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. a�?Ayam tiren itu saya jual ke pasar,a�? beber Setia.

Saat ini, penyidik Polsek Narmada sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Dipertanakbun). Disamping itu, mereka juga meminta keterangan dokter hewan sebagai saksi ahli.

a�?Kami masih kembangkan. Apakah ada pelaku lain yang bekerjasama dengan NH,a�? tandasnya. (jlo/r8)

Berita Lainnya

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post