Lombok Post
Kriminal

Jangan Percaya Janji Manis, Pelaku Bisa Orang Dekat

DISKUSI: Suasana diskusi Lombok Post bersama rombongan Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Moh Iqbal

* Waspadai Jebakan Pedagang Manusia!

Kasus human trafficking alias perdagangan manusia di NTB termasuk paling tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Dari puluhan ribu Warga Negara Indonesia (WNI)yang menjadi korban trafficking, 10 persen di antaranya berasal dari NTB.

PETAKA itu seringkali berawal dari janji manis. Bermula dari ajakan merantau ke negeri orang dan mendapat penghasilan melimpah.
Pada akhirnya, justru disiksa atau bahkan dipekerjakan sebagai budak seks.

Kisah tragis itu pula yang sempat dialami Ling, wanita cantik keturunan Tionghoa asal Kalimantan. Bermula dari kedatangan seorang perantara ke rumahnya dan menawarinya untuk menikah dengan seorang saudagar asal Tiongkok. Tanpa pikir panjang, orang tua Ling pun setuju setelah dijanjikan akan diberikan uang dan perhiasan.

Perkawinan berlangsung dan Ling berangkat ke Tiongkok menggunakan visa turis. Namun, apa realita yang dihadapi di sana sungguh jauh dari harapan. Alih-alih dipersunting saudagar, ia justru dipekerjakan di pabrik dengan jam kerja lebih dari delapan jam per hari.

a�?Ini modus baru, perbudakan berkedok perjodohan,a�? kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Lalu Moh. Iqbal di sela-sela kunjungannya ke Lombok Post, Jumat malam.

Musibah yang sama juga sering kali dialami oleh WNI asal NTB. Modusnya hampir sama, mereka dijanjikan hal-hal manis untuk bekerja dan mendapat upah tinggi di negeri orang. Salah satu korbannya adalah Nurfiah, warga Labuhan Haji, Lombok Timur.

a�?Untuk Nurfiah, dia dijanjikan kerja sebagai pembantu tetapi oleh majikannya justru disiksa dan diperbudak,a�? kata Iqbal.

Dijelaskan, perdagangan orang merupakan bentuk perbudakan secara modern, terjadi baik dalam tingkat nasional dan internasional. Dengan berkembangnya teknologi informasi, komunikasi dan transformasi, maka modus kejahatan perdagangan manusia semakin canggih.

a�?Perdagangan orang bukan kejahatan biasa, terorganisir, dan lintas negara (transnational),a�? imbuhnya.

Yang lebih mengejutkan, orang terdekat korban sendiri justru ikut ambil bagian dalam jaringan trafficking tersebut. a�?Misalnya, Nurfiah itu, dia justru diperdagangkan oleh anggota keluarganya,a�? lanjut Iqbal.

Kurangnya pendidikan dan akses informasi menjadi penyebab utama tingginya kasus perdagangan manusia di NTB. Untuk itu, dalam kunjungannya, Iqbal pun membagi beberapa tips dan saran yang patut diperhatikan masyarakat agar tak menjadi korban trafficking.

a�?Yang paling utama, jangan mudah percaya janji manis. Curigailah orang yang menawarkan pekerjaan ringan dengan gaji tinggi. Bwalaupun orang itu adalah anggota keluarga sendiri,a�? kata Iqbal.

Di samping itu, perlu dicatat identitas orang yang menawarkan pekerjaan atau perantara perkawinan. Lebih baik lagi minta foto copy identitas yang bersangkutan. Sebelum berangkat ke luar negeri, catatlah nomor perwakilan Indonesia di negara setempat untuk memudahkan bilamana memerlukan perlindungan.

a�?Begitu tiba di luar negeri, laporkanlah diri ke perwakilan Indonesia setempat. Hal ini, sering kali diabaikan,a�? tandasnya. (*/r8)

Berita Lainnya

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost