Lombok Post
Headline Sumbawa

Kemenlu : Kami Sudah Berjuang Keras

KENANGAN : Asiah, ibunda Kamsiar, TKW yang jenazahnya sudah setahun terlantar di Arab Saudi.

* Keluarga Diminta Ikhlaskan Kamsiar Dikubur

MATARAM – Keluarga Kamsiar Binti Sahabuddin sepertinya harus mengikhlaskan anggota keluarga mereka itu dikuburkan di Arab Saudi. Pasalnya, dari hasil penelusuran dokumen dan lobi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dengan pemerintah Arab Saudi, kecil kemungkinan jenazah Kamsiar bisa dipulangkan.

a�?Kami sudah berjuang keras,a��a�� kata Direktur Perlindungan WNI, Kemenlu RI, Dr Lalu Muhammad Iqbal saat berkunjung ke Redaksi Lombok Post pada Jumat malam (24/4).

Dalam kunjungan tersebut, Iqbal membeberkan kasus-kasus yang menimpa para WNI dan TKI. Salah satu yang cukup lama dibahas adalah kasus Kamsiar, warga Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Disampaikan Iqbal, apa yang ramai diperbincangkan di media lokal Lombok Post dan Radar Sumbawa tentang perkembangan kasus Kamsiar memang benar adanya. Jenazah Kamsiar sudah setahun tertahan di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Jeddah.

Mengetahui ada jenazah tenaga kerja wanita (TKW), kata Iqbal, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. KBRI langsung menelusuri keberadaan Kamsiar. Ketika utusan KBRI sampai di rumah sakit, Kamsiar sudah meninggal. Dikatakan Iqbal, Kamsiar sempat dirawat beberapa hari sebelum meninggal. Dia meninggal akibat kanker rahim yang sudah cukup parah.

a�?Dia (Kamsiar) dilepas begitu saja di rumah sakit. Saat itu kondisinya sudah parah. Dia meninggal setelah beberapa hari dirawat,a��a�� kata pria asli Lombok Tengah ini.

Pemerintah lalu menelusuri dokumen-dokumen untuk pemulangan Kamsiar. Di saat itulah terkuak jika Kamsiar sudah overstay (sudah habis batas tinggal). Setahun sebelumnya, pemerintah Arab Saudi memberikan pengampunan bagi-bagi warga yang habis masa tinggalnya. Ada batas waktu untuk mengurus, apakah perpanjangan atau pulang. Tapi selama rentang waktu itu, rupanya Kamsiar tidak mengurus dokumen.

Belakangan ditemukan fotokopi pasportnya. Kemenlu memiliki harapan dengan fotokopi pasport itu, bisa diurus sebagai tiket pulang.

Tapi, ketika dicocokkan dengan data di imigrasi Arab Saudi, tidak terdaftar TKW atas nama Kamsiar binti Sahabuddin. Iqbal curiga, pasport atas nama Kamsiar itu dibuat belakangan, atau dipakai oleh nama lain.

a�?Ketika berangkat ke Arab Saudi, almarhumah tidak memakai pasport atas nama Kamsiar,a��a�� katanya.

Menurut Iqbal, walaupun status sudah overstay, dokumen di imigrasi Arab Saudi pasti tersimpan. Setidaknya di dokumen itu akan jelas terekam kapan dan sampai kapan TKW itu tinggal di Arab Saudi. Sehingga ketika ada persoalan di belakang hari, pemerintah masih bisa melakukan upaya lobi.

a�?Secara administratif, jenazah di rumah sakit itu tidak memiliki bukti kalau itu Kamsiar,a��a�� katanya.

Dikatakan, pemerintah Arab Saudi memiliki regulasi tersendiri dalam pemulangan jenazah. Dalam kasus Kamsiar ini, pemerintah tidak bisa memulangkan jenazah Kamsiar.

a�?Kita harus menghormati hukum di sana,a��a�� ujarnya.

Menurut Iqbal,pihak keluarga sebaiknya mengikhlaskan jenazah Kamsiar dikubur di Arab Saudi. Apalagi jenazahnya sudah setahun di rumah sakit.

a�?Nanti ada saatnya pemerintah Arab Saudi akan memberikan deadline untuk penguburan. Mereka yang akan menguburkan,a��a�� katanya.

Dikatakan Iqbal, persoalan Kamsiar ini memang rumit dan bisa menjadi pelajaran bagi calon TKI/TKW. Jika dokumen keberangkatan resmi dan lengkap, pemerintah mudah mengurus.

a�?Kalau meninggal, maka yang pertama kami minta adalah majikan, lalu perusahaan,a��a�� katanya.

Tapi dalam kasus Kamsiar, tidak jelas siapa majikannya. Sementara perusahaan yang memberangkatkannya sudah bubar. (fat)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost