Lombok Post
Headline Tanjung

Kontraktor Jangan Mikir Untung Saja

CONTOH: Jalan yang menghubungkan Desa Sambik Bangkol dan Rempek saat ini kondisinya sudah rusak parah.

*Proyek Baru Jadi Sudah Rusak

TANJUNG – Sebagai daerah pemekaran baru, Kabupaten Lombok Utara tengah gencar melakukan pembangunan fisik. Namun, tidak sedikit pembangunan itu tidak bertahan lama. Terkesan dikerjakan asal jadi. Ini yang menjadi dasar sorotan Komisi III DRPD Lombok Utara.

Anggota Komisi III DPRD Lombok Utara Artadi mengatakan, sistem perencanaan yang lemah serta tidak didukung ahli bidang menjadi penyebab pembangunan di bidang fisik ini tidak bisa bertahan lama.

Selain itu, pemerintah dinilai tidak selektif dalam menilai para kontraktor yang membangun. a�?Terkesan hanya memikirkan keuntungan semata tanpa melihat kualitas pembangunan yang dilaksanakannya,a�? tandasnya.

Menurutnya, pembangunan di berbagai bidang di Lombok Utara saat ini memang lebih maju dibanding beberapa tahun sebelumnya. Program pembangunan infrastruktur banyak dilakukan. Namun dari segi kualitas masih menjadi pertanyaan. Tidak jarang pembangunan baru selesai tapi sudah langsung rusak.

a�?Masih lemah dalam perencanaan,a�? kata Anggota Fraksi Merah Putih ini.

Dengan perencanaan yang lemah, maka biaya pembangunan banyak tersedot untuk hal-hal itu saja. Sebagai contohnya jalan yang menghubungkan Desa Sambik Bangkol dan Desa Rempek.

Jalan ini selesai dikerjakan 2014 lalu. Namun kini sudah rusak lagi. Ini menandakan kontraktor lebih memikirkan keuntungan saja. Sementara kualitas diabaikan. Begitu juga kualitas pembangunannya masih buruk sehingga ketika hujan turun sudah terkelupas akibat dibawa air hujan.

a�?Pemkab harus berani menindak tegas kontraktor yang tidak serius melaksanakan pembangunan,a�? tegasnya.

Untuk itu, dewan meminta pemkab lebih selektif menentukan kontraktor yang menangani pembangunan fisik.

a�?Jangan panjang atau kuantitas saja yang diutamakan tapi mutu pekerjaan pembangunan itu jauh lebih penting,a�? tutur politisi partai Gerindra ini.

Jika memang ada kontraktor yang pengerjaan proyeknya asal jadi saja. Pemkab harus mengambil tindakan tegas dengan memblacklist kontraktor tersebut. a�?Termasuk kontraktor yang sering terlambat dari jadwal. Itu juga harus diblacklist,a�? pungkasnya. (puj/r11)

Berita Lainnya

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post