Lombok Post
Kriminal

Tawuran, Dua Warga Kena Tebas

tawuran
BERJAGA: Terlihat sejumlah polisi berjaga di salah satu gang di Jempong Mataram untuk mengendalikan situasi.

MATARAM – Perhatian puluhan personel polisi yang sedang mengadakan razia miras terpecah. Penyebabnya, bentrok antara warga Jempong dengan mahasiswa UMM pada Jumat malam lalu. Bentrok tersebut mengakibatkan salah seorang pria dari salah satu kubu terluka karena terkena senjata tajam.

Menurut penuturan warga yang melihat peristiwa tersebut, bentrok bermula pada pukul 21.00 Wita. Saat itu beberapa mahasiswa melaksanakan pesta miras di Gang Cerry depan kos-kosan milik Ibu Amrullah. Setengah jam kemudian, Jumenah warga Jempong datang ke kos tersebut. Tujuannyamengantar Riyan yang akan belajar bersama temannya.

Ketika sampai di lokasi, Jumenah yang melihat pesta miras menegur. Merasa tersinggung dengan teguran itu, Jose salah satu mahasiswa langsung mengambil parang dan menebas Jumenah. a�?Untung di tangkis pakai tangan pas kepalanya mau ditebas,a�? kata seorang warga.

Dengan tangan terluka dan mengucurkan banyak darah, Jumenah berlari pulang menuju lingkungan Jempong untuk meminta bantuan. Kemudian pada pukul 21.50 Wita atau sekitar 20 menit kemudian, ratusan warga jempong yang tidak terima dengan perlakuan para pemabuk menyerbu tempat pesta itu. Warga yang geram kemudian menyerang mereka hingga melukai Anton dengan tebasan parang.

Mahasiswa tersebut terluka di tangan sebelah kiri. Tidak ingin cari mati, Anton pun bersembunyi di dalam kosnya. Sementara itu, Jose yang tadinya menebas Jumenah lari ketakutan bersama Hafiz ketika melihat Anton terseok-seok masuk ke dalam kamarnya. a�?Yang nebas itu berhasil melarikan diri,a�? ungkap warga.

Tidak sampai di situ, warga belum puas hanya dengan melukai Anton yang tengah berlindung di dalam kos. Warga pun melakukan pengerusakkan terhadap kamar kos.

Babinsa Sertu Gusti Jaya dan Babinmaspol yang saat itu berada di TKP langsung berusaha menghalau dan menghalangi agar warga tidak bertindak anarkis.

Pada pukul 22.10 Wita, Kasat Sabhara membawa Jumenah ke RS Bayangkara untuk mendapatkan perawatan. Tak lama berselang, pihak kepolisian juga membawa Anton, Jose dan Hafis (mahasiswa) ke Polres Mataram.(cr-van/r8)
A�

Berita Lainnya

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost