Lombok Post
Metropolis

Buruh Punya Sikap Soal Pilkada

DISKUSI: Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto bersama Sekretaris M16 Lalu Athari F.

*Diskusi Hari Buruh M16 Hari Ini

MATARAM – Perbaikan nasib buruh tidak pernah alpa dari janji kampanye politik, saat Pileg, Pilpres, maupun saat Pilkada. Namun, nasib buruh selalu saja digunjingkan, tidak pernah mendapatkan upah layak.

Jelang hari buruh, 1 Mei nanti, M16 menggelar diskusi Kamisan dengan membahas soal gerakan buruh. a�?Gerakan buruh selama ini banyak dipengaruhi gerakan politik praktsi,a�? kata Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto kepada Lombok Post, kemarin (27/4).

Diskusi ini, akan membahas tema a�?reformulasi Gerakan Buruh di NTB, Refleksi Reformasi 1998a�?. Menghadirkan sejumlah pembicara, seperti pimpinan serikat buruh, hingga akademisi yang akan membedah dari perspektif hukum.

Kata pria yang akrab disapa Didu ini, jika kaum buruh ingin menikmati keberhasilan perjuangan, maka refleksi terhadap gerakan reformasi 98 harus jadi kiblat. Khususnya bagaimana mahasiswa, butuh, dan seluruh elemen satu suara. Semangat nasionalisme harus jadi jiwa dalam gerakan buruh. Jangan muda tergoda materi belaka.

a�?Tidak hanya itu, perubahan mindset juga penting dilakukan. Terutama perubahan mindset kaum muda dalam memandang gerakan buruh,a�? tandasnya.

Salah satu isu krusial buruh yang kerap dibincangkan adalah soal outsourching. Kebijakan ini kerap dianggap merugikan buruh, dan pro pengusaha. Sebab, dengan kebijakan ini, tidak ada jaminan hari tua bagi pekerja outsourching. (mni/r9)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost