Lombok Post
NASIONAL

Cueki Tekanan Asing (3-habis)

Ilustrasi Hukuman Mati

* Masih Berharap Tidak Dieksekusi

JAKARTA – Sementara itu, pengamanan di sekitar Pulau Nusakambangan kemarin diperketat. Polisi memasang pagar pembatas pada jalan masuk ke Dermaga Wijaya Pura. Traffic barier juga dipasang di pinggir jalan. Hal itu untuk mencegah warga dan wartawan menganggu transportasi menuju ke dermaga.

Tidak ada lagi warga yang bisa masuk dengan mengendarai sepeda motor ke dermaga. Mobil dan kendaraan para jurnalis pun tidak diperbolehkan parkir di area pintu masuk.

Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya menuturkan, jumlah personel yang diterjunkan mencapai 1.200 orang. “Aparat gabungan berasal dari Polda Jawa Tengah dan Kodam IV Diponegoro. Mereksa sudah dipersiapkan untuk melakukan pengamanan,” jelasnya.

Personel itu ditempatkan di seluruh titik yang sudah dipetakan. Yakni di daratan Cilacap maupun di Pulau Nusakambangan. Sesuai instruksi, seluruh area dermaga hingga jalur masuk menuju Nusakambangan disterilkan.

Perairan Nusakambangan juga dijaga ketat. Sejumlah polisi dari Ditpolair mengamankan wilayah itu. Mereka terus berpatroli menjaga tamu yang akan masuk ke dalam lapas di Nusakambangan.

Kemarin, pihak kejaksaan juga memberikan kesempatan bagi keluarga untuk berkunjung. Tampak keluarga dari Myuran Sukumaran dan Andrew Chan masuk ke dermaga pukul 10.00. Mereka kembali pada pukul 16.00.

Usai berkunjung ke Lapas Besi, keluarga Sukumaran yang diwakili Chintu Sukumaran menjelaskan, kondisi terakhir Myuran sangat baik. Dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. “Dia tetap melukis setiap harinya dan tidak depresi,” jelasnya.

Menurut Chintu, Myuran masih tetap percaya pemerintah Indonesia akan menganulir eksekusi mati. Sebab, tidak sedikit warga Australia bahkan warga Indonesia yang meminta Presiden Jokowi membatalkan keputusan tersebut. “Dia merasa dapat spirit. Karena banyak yang mendukungnya,” paparnya.

Namun, tidak dengan perasaan keluarga Sukumaran. Chintu mengaku, keluarga shock mendengar Myuran akan dieksekusi dalam waktu dekat. Dia mengaku, masih ada upaya hukum dari pengacara Myuran. “Namun tiba-tiba ada pengumuman eksekusi dalam waktu dekat. Kami terkejut dan takut,” jelasnya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan upaya hukum dari Myuran. Selain itu, presiden harus melihat secara teliti grasi dan sikap serta perbuatan Andrew selama di Lapas Kerobokan, Bali dan Nusakambangan. Chintu mengatakan, banyak perubahan yang sudah dilakukan kakaknya itu. “Bahkan kakak saya menjadi pembimbing melukis. Banyak napi yang sudah keluar kini mandiri dan tidak menjadi pengedar narkoba lagi,” ujarnya.

Jika Myuran jadi ditembak mati, apakah keluarga Sukumaran akan membenci Indonesia? Chintu mengatakan dia tentu akan marah. Namun tidak akan membenci Indonesia. Sebab dia sudah mencintai Indonesia dan penduduknya. “Banyak teman saya orang Indonesia,” jelasnya.

Hal yang sama diutarakan Michael Chan. Dia berharap Andrew dapat kesempatan kedua. Dia mengakui, apa yang dilakukan saudaranya itu salah. Saat remaja dia salah memilih pergaulan. Akhirnya dia terjebak di dalam dunia narkoba. “Tapi saya yakin orang bisa berubah. Itu yang sudah ditunjukkan Andrew,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini Andrew sudah tahu bahwa dia akan dieksekusi. Michael mengaku, Andrew sangat sedih. Bukan lantaran dia akan mati. “Namun karena ibunya sedih,” jelasnya.

Michael juga membenarkan bahwa Andrew sudah menikah dengan Febriyanti Herewila. Gadis asal Jogjakarta itu dikenal Andrew sejak di Lapas Kerobokan. Perempuan itu bertugas sebagai pendeta di lapas tersebut.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut bagaimana proses pernikahan mereka, Michael enggan menjelaskannya. “Iya, mereka menikah siang tadi di lapas,” tuturnya singkat.

Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo menuturkan, permintaan Andrew Chan untuk menikah ini tidak melanggar norma agama, kesusilaan, dan hukum. Karena itu, permintaannya akan dikabulkan. “Saya kabulkan sepanjang itu memang permintaan terakhirnya. Saya minta agar jaksa di lapangan memastikannya,” paparnya.

Pernikahan itu diperbolehkan bukan hanya karena tidak melanggar aturan. Kejagung ingin menunjukkan bahwa setiap terpidana mati memang diperlakukan manusiawi. “Inilah perbedaannya, kami memanusiakan mereka,” terangnya.

Apakah Andrew dan kekasihnya boleh menjalani malam pertama, setelah menikah? Mendengar itu Prasetyo terdiam. Sesaat kemudian, dia menuturkan bahwa dulu, saat dirinya menikah juga tidak melakukan malam pertama. “Saat itu saya kelelahan karena acara adat. Sehingga, sebenarnya wajar bila menikah tapi tidak menempuh malam pertama. Jadi, tentu tidak untuk malam pertama,” paparnya.

Jaksa Agung menambahkan, ada permintaan lain yang cukup unik dari terpidana mati. Yakni, Raheem yang meminta agar organ tubuhnya didonorkan ke sebuah lembaga. Namun, setelah dibahas, ternyata tidak diperbolehkan salah satu agama. “Dengan begitu, tentunya permintaan itu tidak bisa dikabulkan,” jelasnya.

Ada juga permintaan terakhir dari Mary Jane yang ternyata ingin membuat surat pernyataan. Dalam surat tersebut, Mary Jane meminta pada seluruh anak muda di dunia untuk menjauhi narkotika. “Semuanya tentu dipenuhi, kalau tidak melanggar aturan,” tegas Prasetyo.

Yang pasti, hingga saat ini jaksa eksekutor Kejagung dan kepolisian telah berada di Nusakambangan. Persiapan eksekusi mati telah mencapai 100 persen. Sehingga, memang dipastikan eksekusi dilakukan dalam waktu dekat. “Waktunya, tentu harus ditunggu semuanya. Hingga saat ini persiapan semuanya lancar,” jelasnya. (dyn/aph/far/uki/idr)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post