Lombok Post
Kriminal

Ditegur, Eh… Membandel

ilustrasi ayam tiren/foto: solopos.com

GIRI MENANG – Kedok pemasok ayam tiren alias ayam mati bukan kali ini diuber. Lima tahun lalu, pelaku berinisial NH warga Desa Grimax, Kecamatan Narmada sudah pernah ditegur. Bahkan, dia sudah diberikan surat peringatan terhadap aktivitasnya.

Tidak hanya itu, NH juga dijatuhi sanksi adat dari desa setempat. Sayangnya, peringatan dan sanksi itu tidak membuat NH jerah. Ia tetap menjual ayam-ayam tiren ke pasar.

a�?Sudah lama. Lima tahun yang lalu sudah diingatkan Kapolsek lama tapi tetap bandel. Dia dibuatkan pula surat pernyataan dari Ketua RT bahkan dikasih sanksi adat,a�? katanya dihubungi Koran ini, Senin (27/4) kemarin.

Setelah mendapat peringatan dari kepolisian maupun aparat desa setempat, NH sempat menghentikan aktivitasnya. Tapi, tak berselang beberapa hari, dia kembali menjalankan aktivitas haramnya itu.

Ia menjajakkan ayam-ayam tiren kepada para pedagang daging di pasar. Modusnya, dia menjual ayam tiren itu dalam keadaan sudah matang alias digoreng.

Menurut Setia,A� untuk mengelabui pembali, pelaku ini tidak menjual daging ayam dengan kondisi mentah. Ia lebih dulu memanggang dan menggorengnya, kemudian disebar ke sejumlah pasar di Narmada maupun Mataram. a�?Ayam itu dijual dalam keadaan digoreng,a�? akunya.

Guna menghilangkan jejak ayam tiren, pelaku ini cukup lihai. Ayam itu diasapin supaya kedoknya tidak terbongkar. Selain itu, pengasapan itu daging ayam terlihat seperti baru disembelih. a�?Diasapin dulu, biar tidak ketahuan ayam tiren,a�? ungkapnya.

Setia mengungkapkan, pelaku ini sudah memiliki jaringan atau penyuplai ayam tiren. Dia mendapat ayam itu dari sejumlah pengusaha ayam. Satu ekor ayam dihitung dengan harga Rp 1.500 hingga Rp 2000. Kemudian, ayam itu diolah dan digoreng. a�?Dia punya jaringan khusus yang membawa ayam tiren itu,a�? ujarnya.

Perbuatan NH sangat merugikan pembeli. Menurut Setia, NH ini melakukan penipuan dengan modus seolah-olah ayam yang ditebar ke pasar itu baru disembelih. a�?Ini jelas penipuan. Pembeli merasa dirugikan,a�? tandas dia. (jlo/r8)

Berita Lainnya

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost

Polda NTB Seleksi Pejabat Eselon III BPS

Redaksi LombokPost

Roswati Melawan Lewat PK

Redaksi LombokPost

Antisipasi Tren Kejahatan Akhir Tahun

Redaksi LombokPost