Lombok Post
Metropolis

Ikan Hias Dipandang Sebelah Mata

BERPOTENSI: Sekretaris Bakorluh NTB Hj Husnanidiaty Nurdin melihat produksi ikan hias di P2MKP Oasis, kemarin.

MATARAM – Kebutuhan ikan hias di Mataram cukup tinggi. Sayangnya, bisnis ikan hias masih dipandang sebelah mata. Outlet khusus untuk pedagang ikan hias pun belum dimiliki oleh Mataram. a�?Seharusnya memang punya lokasi khusus untuk berjualan ikan hias,a�? kata Sekretaris Bakorluh NTB Hj Husnanidiaty Nurdin, Senin (27/4) kemarin.

Dikatakan, tujuan kedatangannya di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) adalah, melihat pelatihan pengembangan ikan hias. Ia juga ingin mengetahui potensi ikan hias di Mataram. Dengan wilayah yang sempit, budidaya ikan hias dinilai potensial. a�?Beda dengan daerah yang luas. Budidaya yang dikembangkan, tetap ikan konsumsi,a�? sambungnya.

Pemkot Mataram, kata Husnanidiaty, seharusnya memikirkan potensi konsumen ikan hias yang tinggi. Budidaya ikan hias pun dinilai harus mendapat dukungan penuh. a�?Dari provinsi tentu mendorong program sesuai kebutuhan,a�? imbuhnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Mataram, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Mataram itu mendorong pemuda di wilayah Dasan Sari, membudidayakan ikan hias.

Perwakilan Dinas PKP Mataram Yuniadi Hirpan mengakui, di Mataram memang belum ada pasar khusus menjual ikan hias. Pedagang ikan hias terpisah-pisah seperti di Jalan Majapahit atau Jalan Udayana. a�?Memang supaya lebih ramai perlu ada sentranya,a�? ucapnya.

Koordinator P2MKP Oasis Salim mengungkapkan, budidaya ikan hias masih dipandang sebelah mata. Ikan hias seperti Koi dan Koki masih mendatangkan dari luar daerah. a�?Ini perlu dilatih supaya budidayanya dari lokal saja,a�? katanya.

Ditambahkan, permintaan pasar ikan hias di Mataram cukup bagus. Ia pun mendukung pemuda dari Dasan Sari mendapat pelatihan membuat aquarium, seleksi induk ikan, sampai pemijahan. a�?Bagaimana segala jenis ikan hias, bisa dipenuhi dari budidaya lokal,a�? sambungnya. (feb/r8)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost