Lombok Post
Headline Opini

Infeksi Saluran Kemih Pada Anak, Masalah Sepele atau Serius?

Oleh: dr Muhammad Faruk (Dokter Umum RS Risa Sentra Medika)

BUNDA, apakah si kecil selalu menangis saat buang air kecil (BAK)? Bisa jadi ini pertanda anak Anda memiliki masalah dengan saluran kencingnya. Saluran kencing itu meliputi ginjal yang memproduksi urin; ureter yang merupakan saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih; kandung kemih yang menyimpan urin hingga tubuh siap untuk mengosongkannya; dan uretra yang adalah saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar dari tubuh.

Biasanya urin dapat melewati saluran ini tanpa hambatan, tapi jika bakteri yang berasal dari kulit di sekitar area genital, rektum, atau melalui aliran darah masuk ke urin, bisa terjadi infeksi dan peradangan. Sekitar 8 persen anak perempuan dan 2 persen anak laki-laki akan mengalami setidaknya satu kali infeksi saluran kemih saat kecil.

Infeksi saluran kemih biasanya mudah diatasi, tapi jika dibiarkan tanpa diobati bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen atau bahkan gagal ginjal. Anak usia di bawah 2 (dua) tahun lebih rentan menderita kondisi yang serius dibandingkan anak yang lebih besar, jadi langkah penanganan yang dilakukan sesegera mungkin menjadi sangat penting.

Urin (air kencing) pada keadaan normal adalah steril (tidak mengandung kuman/bakteri). Namun, bakteri dapat menginfeksi saluran kemih melalui dua sumber: kulit sekitar anus dan organ genitalia, atau aliran darah. Infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat terjadi di sepanjang saluran kemih mulai dari ginjal, kandung kemih, dan uretra (saluran untuk mengeluarkan urin setelah kandung kemih).

ISK dapat menyerang pasien dari segala usia mulai bayi baru lahir hingga orang tua. Pada umumnya wanita lebih sering mengalami episode ISK daripada laki-laki, hal ini karena uretra wanita lebih pendek daripada laki-laki. Namun pada masa neonatus ISK lebih banyak terdapat pada bayi laki a�� laki yang tidak menjalani sirkumsisi daripada bayi perempuan. Di sisi lain, prepusium (kulit yang menutupi kepala penis, yang dibuang dengan sirkumsisi/sunat) juga dapat merupakan sumber kuman yang menyebabkan ISK.

Apa itu infeksi saluran kemih?

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi pada ginjal, kandung kemih atau pada saluran kemih lainnya. Infeksi saluran kemih dipisahkan menjadi infeksi saluran kemih bagian atas dan bagian bawah. ISK bagian atas disebut pielonefritis akut, mengenai ginjal dan salurannya. ISK bagian bawah disebut sistitis, mengenai kandung kemih.

Bagaimana gejala infeksi saluran kemih?

Gejala satu-satunya dari infeksi saluran kemih pada kebanyakan bayi berupa demam tanpa penyebab yang spesifik. Sekitar 5 persen bayi dan batita yang mengalami demam tanpa gejala tertentu menderita infeksi saluran kemih. Kurangnya gejala lain yang terlihat sebagai pertanda infeksi menjadi penyebab kenapa banyak terjadi infeksi saluran kemih pada bayi yang tidak terdeteksi. Pada beberapa kasus tertentu, bayi mungkin menunjukkan beberapa gejala lain dengan atau tanpa didahului demam, meliputi:

a�? Urin yang bercampur darah
a�? Menangis atau indikasi lain yang menunjukkan rasa sakit saat pipis
a�? Urin yang berbau tidak wajar
a�? Tidak mau makan
a�? Rewel terus-menerus tanpa penyebab yang pasti
a�? Muntah

Pada anak yang lebih tua, gejala ISK dapat berupa nyeri saat berkemih, frekuensi berkemih yang meningkat, urin berdarah, nyeri perut, nyeri punggung, atau kembali mengompol di siang hari setelah sebelumnya berhenti mengompol.

Jika bayi Anda dicurigai menderita infeksi saluran kemih, dokter perlu memeriksa contoh urin dan mengidentifikasi bakteri dengan melakukan tes yang disebut urine culture. Tes ini penting bagi dokter untuk memverifikasi bahwa bayi Anda mengalami infeksi dan menentukan bakteri penyebabnya agar ia dapat meresepkan antibiotik yang tepat.

Dokter perlu mengumpulkan sampel urin yang steril, atau yang belum terkontaminasi oleh bakteri yang selalu ada pada kulit bayi. Ini cukup sulit dilakukan karena bayi atau anak kecil tidak bisa pipis saat diminta untuk melakukannya.

Yang mungkin dilakukan dokter adalah menempatkan kantong plastik steril dengan perekat di bagian sisinya pada alat vital bayi setelah ia membersihkan area tersebut. Tapi cara ini tidak selalu berarti bebas dari kontaminasi terhadap bakteri kulit, jadi tes yang dilakukan dengan urin jenis ini tidak selalu memiliki hasil yang akurat.

Hal lain yang mungkin dilakukan dokter adalah menggunakan kateter untuk mendapatkan sampel urin. Dokter akan membersihkan alat vital bayi dengan larutan steril dan meletakkan kain di area tersebut. Lalu ia memasangkan kateter menuju uretra untuk mendapatkan urin langsung dari kandung kemih. Anak anda mungkin akan menangis selama prosedur ini dilakukan, tapi tenang saja, ini aman kok untuk dilakukan dan biasanya hanya memakan waktu kurang dari 1 menit. Pilihan lain yang tidak sering dilakukan orang-orang kebanyakan adalah mengumpulkan urin langsung dari kandung kemih dengan memasukkan sebuah jarum ke bagian bawah perut.

Faktor resiko apa yang memudahkan terjadinya infeksi saluran kemih?

1. Kebersihan daerah organ vital, terutama di muara saluran kencing dan sekitarnya yang kurang baik.
2. Cara membersihkan organ vital, terutama sesudah buang air besar, sebaiknya dengan arah ke kiri-kanan. Bukan dari bawah ke atas.
3. Penggunaan pempers sebaiknya langsung diganti baru bila anak kencing, jangan menunggu sampai penuh, karena resiko kena ISK lebih besar.
4. Penyempitan muara saluran kemih (phymosis) harus segera dikonsultasikan dengan dokter.
5. Buang air besar tidak lancar atau sembelit juga memudahkan terjadinya ISK.
6. Infeksi saluran kemih berulang pada bayi/anak perlu dicari faktor resiko dengan pemeriksaan lebih lanjut, untuk menghindari komplikasi terjadinya parut ginjal yang dapat merusak ginjal.
7. Batu pada ginjal dan salurannya, kelainan bentuk dan struktur ginjal, kelainan fungsi kandung kemih merupakan faktor resiko terjadinya ISK berulang yang dapat merusak ginjal.

Bagaimana pengobatan infeksi saluran kemih?

Prinsip pengobatan infeksi saluran kemih adalah;
1. Memberantas infeksi
2. Mendeteksi, mencegah dan mengobati ISK berulang
3. Mendeteksi dan menanggulangi kelainan struktur dan fungsi saluran kemih.

Cepat ke dokter. Anak yang dicurigai menderita ISK harus segera dibawa ke dokter. Karena, ISK yang tak segera diobati bisa berisiko terjadinya radang ginjal. Pada jangka panjang, radang ginjal itu dapat mengakibatkan rusaknya fungsi ginjal.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan urin dan pengobatan. Jika memang sangat sakit, dokter akan memberi antibiotik melalui infus, dan menganjurkan anak dirawat di rumah sakit. Sedangkan pada anak yang sakitnya tidak terlalu berat, dokter akan memberi antibiotik oral (diminum).

Disamping pengobatan, dokter juga akan melakukan berbagai pemeriksaan, antara lain ultrasonografi ginjal dan saluran kemih. Tujuannya, untuk mengetahui apakah ada kelainan anatomik atau kelainan fungsional yang mengganggu aliran urin.

Bagaimana cara meminimalisir resiko infeksi saluran kemih?:

a�? Pastikan bayi Anda mendapat banyak cairan. Cairan dapat mencegah konstipasi, yang membuat infeksi saluran kemih lebih mungkin terjadi. Banyak minum juga membuat bayi Anda pipis lebih sering, sehingga saluran kencingnya menjadi bersih.
a�? Bila Anda memberikan si kecil ASI, lanjutkan hingga bayi setidaknya berumur 7 bulan. Penelitian telah menunjukkan bahwa menyusui dengan periode tersebut bisa mencegah bayi terkena infeksi saluran kemih dan efek positif ini tetap akan ia miliki bahkan setelah proses penyapihan di usianya yang ke 2 tahun nanti.
a�? Pada bayi perempuan, hindari menggunakan sabun kasar dan busa mandi. Untuk mengurangi bakteri, bersihkan area vitalnya dari depan ke belakang saat Anda mengganti popoknya.
a�? Jika bayi Anda sudah mulai mengkonsumsi makanan padat, berikan banyak buah dan sayur yang bisa membantu mencegah konstipasi.

Kesimpulan
Dengan mengenali gejala ISK sedini mungkin, mengatasi infeksi serta mendeteksi dan menanggulangi kelainan yang ditemukan, maka akibat yang lebih berat, yaitu hipertensi, gagal ginjal yang memerlukan cuci darah atau cangkok ginjal dapat dicegah.(*)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost