Lombok Post
Metropolis

Keroncong Sasak Mulen Solah Meton

GENERASI MUDA : Penampilan para remaja dalam pertunjukan musik keroncong di Taman Budaya, Sabtu malam (25/4) mematahkan pandangan jika musik ini hanya milik orang tua.

*Faozal: Taman Budaya Akan Dipermak

MATARAM – Menyebut nama musik keroncong, sudah pasti terlintas tentang musik tempo doeloe. Musik pelan dengan lagu yang sepintas terdengar membosankan. Keroncong diidentikkan dengan musik jadul dan digemari para orang tua. Lagu-lagunya pun dikesankan kuno.

Tapi kesan ini buyar ketika menyaksikan pentas musik keroncong di Taman Budaya Mataram pada Sabtu malam (25/4). Sebagian besar pemain dan penyanyi adalah anak-anak muda, bahkan ada pelajar sekolah dasar (SD). Di tangan anak-anak muda ini, musik keroncong yang cenderung membosankan, begitu hidup di tangah anak-anak muda ini. a�?Kalau dulu keroncong ini jadi musik pengantar tidur,a�? komentar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Mohammad Faozal yang membuka dan menyaksikan pertunjukan malam itu.

Alat-alat musik keroncong seperti biola, ukulele, flue, gitar akustik, selo memang tidak berubah. Tapi di tangan pemain lintas generasi, alat-alat musik ini seenaknya dimainkan. Tidak heran lagu a�?price taga�? yang dipopulerkan Jessie J digubah dalam irama keroncong oleh kelompok Keroncong Tonie Cs.

Menurut Faozal, kegiatan berkesenian bagi dari upaya promosi pariwisata. Kesenian merupakan bagian dari industri kreatif yang menunjang pariwisata. Dia meminta, ke depannya Taman Budaya lebih aktif lagi untuk menggelar acara serupa.

Sementara itu terkait kondisi Taman Budaya yang masih gelap dan di beberapa tempat fasilitas kurang bagus, Faozal menyatakan akan segera dilakukan pembenahan. Tahun ini, kelanjutan perbaikan Taman Budaya tetap dilakukan.

a�?Taman Budaya ini akan kami benahi agar lebih cantik,a�? katanya.

Kehebohan lainnya dalam pementasan yang diberi judul a�?Bukan Hanya Buaya Bisa Main Keroncong, Anak Muda Juga Bisaa�?, ketika lagu a�?goyang dumanga�? dinyayikan Tere, vokalis kelompok Keroncong Selong, Lombok Timur. Dengan balutan busana kebaya yang agak ketat, kecentilan Maya serasi dengan lagu yang dipopulerkan Cita Citata itu. Tapi tentu saja, rasa keroncong dalam lagu dan musik itu masih terasa.

Tapi, malam itu, dari beberapa kreativitas bermain keroncong, boleh dibilang gubahan lagu a�?gugur mayanga�? yang dinyanyikan Bening mendapat paling banyak tepuk tangan penonton.

Lagu a�?gugur mayanga�?, lagu Sasak, dengan irama pelan, berisi tentang kesedihan dan pengkhianatan sepertinya pas dengan irama keroncong. Lagu yang biasanya dipadukan dengan gending Sasak atau cilokak ini, ternyata menemukan padanannya di keroncong.

a�?Luar biasa. Ternyata lagu ini menemukan pasangan tepatnya. Keroncong,a�? kata budayawan Moch Yamin yang duduk menyaksikan pertunjukan dari awal hingga berakhir pukul 23.00 Wita. (fat/r9)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost